Analisis Identifikasi Bahaya Dengan Metode HIRADC Dalam Meningkatkan Keselamatan & Kesehatan Kerja Di UPTD Puskesmas Miroto Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.60074/johhs.v2i2.11775Keywords:
HIRADC, Keselamatan dan Kesehatan Kerja , PuskesmasAbstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja yaitu langkah dalam mewujudkan kondisi kerja yang tentram serta nyaman bagi pekerja, sehingga dapat meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, puskesmas harus melihat aspek kesehatan dan keselamatan pekerja guna mengurangi potensi insiden kerja dan penyakit serta melindungi semua pekerja, pasien, dan pengunjung puskesmas. Puskesmas Miroto adalah salah satu puskesmas non-rawat inap yang berada di Kecamatan Semarang Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko K3 di Puskesmas Miroto dengan mengidentifikasi bahaya yang ada di ruang pelayanan puskesmas menggunakan metode HIRADC. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional deskriptif. Data dikumpulkan dengan mengobservasi langsung di lapangan serta wawancara dengan tenaga kerja, yang mencakup pencatatan insiden K3, perilaku pekerja, serta pengamatan terhadap objek yang ada selama kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Miroto. Proses identifikasi risiko dilakukan pada ruang poli gigi dan mulut, di mana potensi bahaya tertinggi yang teridentifikasi meliputi bahaya ergonomis, risiko penularan infeksi penyakit dari pasien, serta kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Pengendalian risiko perlu diterapkan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan di puskesmasReferences
Wijayanti R, Probandari A, R MA, W AS, U HA, PW BA, et al. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Penentuan Kontrol di Puskesmas Gambirsari Surakarta. IJMS - Indones J Med Sci. 2017;4(2):150–6.
Alfian AR, Yeni DF, Anshari LH. Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Tanah Garam Kota Solok. J Keselamatan, Kesehat Kerja dan Lingkung. 2023;4(1):23–8.
Mauliku NE, Nuryani ST, Studi P, Masyarakat K, Kesehatan T, Achmad J, et al. Pembinaan Dan Pendampingan Petugas K3 Puskesmas Dalam Identifikasi Faktor Risiko K3 Dengan Metode Hiradc Di Puskesmas Dtp Sindang Barang. J Pengabdi Masy Kesehat. 2022;3(1):226631622–4.
Ramadhanti C, Rahmadani AR, Dewanti DW. Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko (Ibpr) Menggunakan Metode Hirarc Pada Pt Xyz. J Ilm Teknol Infomasi Terap. 2023;9(2).
Bisnis JE, Jebma A, Nan P, Kota B, Teknologi I. 2634-Article Text-10971-1-10-20230805. 2023;284–96.
Aprilia, R., Fidayanti, N., & Putrawiyanta, I. P. (2024). Analisis Keselamatan Kerja Pada Kegiatan Penambangan Batubara Menggunakan Metode Hiradc Pada PT. Mega Multi Energi Desa Sikui Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 5538-5556. doi: https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3
Dermawan, M. I. R., & Sahri, M. (2022). Analisis Manajemen Risiko Dengan Metode Hiradc Pada Industri Meubel Ud. Ulum Jaya. VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 21(1). doi: https://doi.org/10.33633/visikes.v21i1Supp.5315
Shakira, A. D., Bahri, S., & Rahmi, J. (2022). Analisis Potensi Bahaya Dan Penilaian Risiko Dengan Menggunakan Metode Hiradc Pada Pekerja Bagian Besi Di Pt. Jaya Semanggi Enjiniring Proyek Pembangunan Rsud bogor Utara. Frame of Health Journal, 1(2), doi:https://openjournal.wdh.ac.id/index.php/fohj/article/view/396/308
Listyorini, P. I., & Wijananto, D. A. (2019). Sistem rujukan pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas jayengan kota surakarta. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan, 9(1), 10-23.doi: https://doi.org/10.47701/infokes.v9i1.707
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 128/MENKES/SK/II/2004 Tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Auliya Zahra, Nadia Fitri Hapsari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The authors retain the copyright of this work and grant Journal of Occupational Health, Hygiene and Safety (JOHHS) the right of first publication. The work is simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0), which permits use, distribution, and reproduction in any medium for non-commercial purposes, provided the original author(s) and the initial publication in this journal are properly credited, and any derivative works are distributed under the same license.
The authors are permitted to copy and redistribute the published version of the work, including posting it to an institutional repository or including it in a book, with acknowledgment of its initial publication in Journal of Occupational Health, Hygiene and Safety (JOHHS).











