Analisis Keadilan dan Transparansi dalam Sistem Perpajakan Nasional
DOI:
https://doi.org/10.33633/jekobs.v5i2.14879Keywords:
keadilan pajak, transparansi pajak, sistem perpajakan nasional, kepatuhan pajak, reformasi pajakAbstract
This study analyzes the principles of justice and transparency in Indonesia’s national taxation system and their impact on taxpayer compliance. Tax justice emphasizes both vertical equity (tax burden according to ability to pay) and horizontal equity (equal treatment for similar taxpayers), while transparency reflects openness and accountability in tax administration and fund allocation. Using a qualitative policy analysis based on Dunn’s (2018) framework and thematic analysis by Braun & Clarke (2006), this study reviews tax regulations, secondary data, and implementation practices. Findings show that although justice principles are clearly stated, their implementation remains inconsistent due to regulatory loopholes exploited by large taxpayers. Meanwhile, digitalization has improved administrative clarity but accountability and openness in fund utilization and audit reports remain limited. It concludes that Indonesia’s tax system still requires reform focusing on fairness, integrated data, and transparent fiscal reporting. Continuous improvements are essential to build public trust and voluntary tax compliance. Penelitian ini menganalisis prinsip keadilan dan transparansi dalam sistem perpajakan nasional Indonesia serta pengaruhnya terhadap kepatuhan wajib pajak. Keadilan pajak menekankan keadilan vertikal (beban pajak sesuai kemampuan membayar) dan keadilan horizontal (perlakuan setara bagi wajib pajak dengan kemampuan serupa), sedangkan transparansi mencerminkan keterbukaan dan akuntabilitas dalam administrasi serta alokasi dana pajak. Dengan menggunakan analisis kebijakan kualitatif berdasarkan kerangka Dunn (2018) dan analisis tematik Braun & Clarke (2006), penelitian ini menelaah regulasi perpajakan, data sekunder, dan praktik implementasi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun prinsip keadilan telah diatur dengan jelas, penerapannya belum konsisten akibat celah regulasi yang dimanfaatkan wajib pajak besar. Sementara digitalisasi meningkatkan kejelasan administrasi, aspek akuntabilitas dan keterbukaan laporan audit masih terbatas. Kesimpulannya, sistem perpajakan Indonesia masih memerlukan reformasi berkelanjutan dengan fokus pada keadilan, integrasi data, dan transparansi fiskal guna memperkuat kepercayaan publik dan kepatuhan sukarela wajib pajak.References
Adisiswanto, A. E. (2025). Optimalisasi tata kelola pajak desa melalui pendampingan administrasi keuangan berbasis transparansi dan partisipasi masyarakat. RIGGS: Jurnal Kecerdasan Buatan dan Bisnis Digital, 4(2), 188–197.
Alm, J., Jackson, B. R., & McKee, M. (1992). Estimating the determinants of taxpayer compliance with experimental data. National Tax Journal.
Anggraeni, T. D. (2016). Keterpenuhan prinsip keadilan dalam UU Pengampunan Pajak. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 5(2), 165–181.
Averti, A. R., & Suryaputri, R. V. (2018). Pengaruh keadilan perpajakan, sistem perpajakan, diskriminasi perpajakan, kepatuhan wajib pajak terhadap penggelapan pajak. Jurnal Akuntansi Trisakti, 5(1), 109–122.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach (6th ed.). Routledge.
Feld, L. P., & Frey, B. S. (2007). Tax compliance as the result of a psychological tax contract: The role of incentives and responsive regulation. Law & Policy.
Kirchler, E. (2007). The economic psychology of tax behaviour. Cambridge University Press.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Panjaitan, M. R., & Yuna, Y. (2024). Pengaruh Coretax terhadap transparansi dan akuntabilitas sistem perpajakan. Jurnal Riset Akuntansi, 2(4), 51–60.
Prichard, W., Custers, A., Dom, R., Davenport, S., & Roscitt, M. (2019). Innovations in tax compliance: Building trust, navigating politics, and tailoring reform. World Bank.
Rahmawati, Y. R. (2024). Keadilan sosial dalam penarikan pajak progresif: Analisis sistem dampak pajak terhadap beban pajak pada warga kaya dan miskin di Indonesia. Restitusi: Jurnal Riset Perpajakan, 3(2), 47–56.
Rosdiana, H., & Tarigan, R. (2005). Perpajakan: Teori dan aplikasi. Rajawali Pers.
Torgler, B. (2011). Tax morale and compliance: Review of evidence and case studies for Europe. World Bank Policy Research Working Paper.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fadli Qia Adzim, Imahda Khoiri Furqon, Imahda Khoiri Furqon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
English
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
Bahasa Indonesia
Penulis memegang hak cipta sepenuhnya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal. Karya ini secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).







