Pengaruh PMDN, PMA, Jumlah Penduduk Bekerja, Proporsi Penduduk Bersekolah Terhadap Ketimpangan Wilayah di Provinsi Jawa Timur Tahun 1995-2024

Authors

  • Tesalonika Pasaribu Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro, Semarang
  • Nugroho Sumarjiyanto Benedictus Maria Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro, Semarang

DOI:

https://doi.org/10.33633/jekobs.v5i3.14949

Keywords:

Ketimpangan wilayah, PMDN, PMA, Jumlah Penduduk Bekerja, Proporsi Penduduk Bersekolah

Abstract

This study aims to determine the extent of regional inequality in East Java Province from 1995 to 2024 and to analyze the influence of Domestic Investment, Foreign Investment, the number of employed people, and the proportion of the population in school on regional inequality. This research uses time series data and the data source used is secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics of East Java Province from 1995-2024. The analysis method used is multiple regression analysis with the Ordinary Least Squares (OLS) approach. To measure the level of regional inequality in East Java Province, the Williamson Index is used. The results of this study found that the Williamson Index for East Java Province from 1995 to 2024 tended to increase and ranged from 0.94 to 1. After performing regression, the results obtained are that the PMDN variable has a positive and insignificant effect on regional inequality in East Java Province from 1995-2024. Meanwhile, the PMA variable, the number of employed people, and the proportion of the population in school have a negative and significant effect on regional inequality. Simultaneously, all four variables have a significant effect on the absence.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketimpangan wilayah yang terjadi di Provinsi Jawa Timur tahun 1995 hingga 2024 serta untuk menganalisis pengaruh PMDN, PMA, jumlah penduduk bekerja, proporsi penduduk bersekolah terhadap ketimpangan wilayah. Penelitian ini menggunakan jenis data time series dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur tahun 1995-2024. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Untuk mengukur tingkat ketimpangan wilayah Provinsi Jawa Timur digunakan Indeks Williamson. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Indeks Williamson Provinsi Jawa Timur dari tahun 1995 hingga 2024 cenderung meningkat dan berada di angka 0,94 hingga 1. Setelah dilakukan regresi, maka hasil yang didapat adalah variabel PMDN memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan wilayah Provinsi Jawa Timur tahun 1995-2024. Sementara variabel PMA, jumlah penduduk bekerja dan proporsi penduduk bersekolah memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan wilayah. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan wilayah.

References

Adryawning, V. A., & Widiyanto, D. (2025). Analisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 20(1), 210. https://doi.org/10.20961/region.v20i1.86894

Andiyan, & Rachmat, A. (2021). Analisis Manfaat Pembangunan Infrastruktur Kereta Api Di Pulau Jawa. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia (JPTI), 1(3), 121–129.

Arsyad, L. (2015). Ekonomi Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi. 05(01), 1–37.

Azim, A. N., Sutjipto, H., & Ginanjar, R. A. F. (2022). Determinan ketimpangan pembangunan ekonomi antar provinsi di Indonesia. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 1(3), 98–107.

Azizah, R. N., & Suhartini, A. M. (2021). Pengaruh Sektor Industri , Sektor Pertanian , Dan Sumber Daya Manusia Terhadap Ketimpangan Pembangunan Di Jawa Barat Tahun 2015-2019. 743–752.

Beenstock, M. (2024). Integrating macroeconomics and economic geography: the neoclassical growth model in spatial general equilibrium. Spatial Economic Analysis, 19(3), 309–323. https://doi.org/10.1080/17421772.2023.2209598

BPS. (2020). Indeks Pembangunan Manusia. Badan Pusat Statistik, 1–30.

Cholily, V. H. (2024). Analisis Otonomi Daerah dan Disparitas Regional antara Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Kebumen Tahun 2014-2018. COMSERVA : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(10), 4086–4098. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i10.1203

Fahma, B. A., & Hendarto, R. M. (2024). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketimpangan Wilayah di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2020. Diponegoro Journal of Economics, 11(2), 76–81. https://doi.org/10.14710/djoe.33164

Fatmawati, A., & Sasongko. (2015). Analisis pengaruh variabel kredit investasi, angkatan kerja yang bekerja, modal manusia (pendidikan), pajak dan pengeluaran pemerintah terhadap ketimpangan pembangunan antar wilayah di provinsi Jawa Timur. Skripsi Universitas Brawijaya, 1–19.

Fitriyani, C., Rusiti, R., Septiavin, Q., & Sari, E. R. (2024). Analisis Determinan Ketimpangan di Indonesia pada Masa Covid-19. Bappenas Working Papers, 7(3), 293–307. https://doi.org/10.47266/bwp.v7i3.354

Gratia, Y. C., & Maria, N. S. B. (2020). Analisis Ketimpangan Antar Wilayah Di 35 Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Diponegoro Journal of Economics, 9(Vol. 9, No. 2), 31–40. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/dje

Hirschman, A. O. (1959). The Strategy of Economic Development. Journal of Farm Economics, 41(2), 468. https://doi.org/10.2307/1235188

Islami, F. S., & Maria, N. S. B. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketimpangan Wilayah di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. 29(1), 59–67.

Istiqomah, R., & Hoetoro, A. (2018). Analisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, IPM, dan investasi (PMA) terhadap ketimpangan pembangunan antar provinsi (Studi kasus di Pulau Jawa tahun 2011-2016). Skripsi Universitas Brawijaya.

Kurniawan, W. (2017). Pengaruh pembangunan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di indonesia. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian Dan Pengembangan.

Lessmann, C. (2013). Foreign direct investment and regional inequality: A panel data analysis. China Economic Review, 24(1), 129–149. https://doi.org/10.1016/j.chieco.2012.12.001

Mankiw, N. G., Romer, D., & Weil, D. N. (1992). A contribution to the empirics of economic growth. Quarterly Journal of Economics, 107(2), 407–437. https://doi.org/10.2307/2118477

Rahman, M. F., & Munawar. (2015). Analisis disparitas pembangunan di Indonesia tahun 2010-2015 (Studi kasus 33 provinsi). Skripsi Universitas Brawijaya, 53(9), 1689–1699. http://publications.lib.chalmers.se/records/fulltext/245180/245180.pdf%0Ahttps://hdl.handle.net/20.500.12380/245180%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12

Sinik, S., & Robertus, M. H. (2023). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Investasi, dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Ketimpangan Wilayah Di Provinsi Banten Tahun 2005-2021. 12(4), 59–71.

Sjafrizal, 2008:108 buku. (2008). Ekonomi regional: teori dan aplikasi - Sjafrizal - Google Buku. In Sociolinguistic Sciences.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2012). The developed and developing world (S. Yagan & D. Battista (eds.); 11th ed.). Addison-Wesley, Pearson Education, Inc.

Williamson, J. G. (1965). Regional Inequality and the Process of National Development. Economic Development and Cultural Change.

Downloads

Published

2026-09-22

How to Cite

Pasaribu, T., & Maria, N. S. B. (2026). Pengaruh PMDN, PMA, Jumlah Penduduk Bekerja, Proporsi Penduduk Bersekolah Terhadap Ketimpangan Wilayah di Provinsi Jawa Timur Tahun 1995-2024. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 5(3), 170–179. https://doi.org/10.33633/jekobs.v5i3.14949