Penilaian Harga Opsi Put Saham NVIDIA Menggunakan Model Black–Scholes dan LSTM

Authors

  • Rifky Miftaqul Ilmi Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Ramdhan Fazrianto Suwarman Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Lita Wulandari Aeli Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62411/tc.v25i2.16098

Abstract

Saham NVIDIA dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan laba dan volatilitas harga yang cukup tinggi. Volatilitas ini dapat menimbulkan risiko kerugian akibat penurunan harga saham. Oleh karena itu, diperlukan instrumen lindung nilai, salah satunya  adalah opsi put. Opsi put merupakan instrumen derivatif yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual aset yang mendasarinya pada harga tertentu dalam periode tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penilaian harga opsi put saham NVIDIA menggunakan model Black–Scholes dan LSTM. Data yang digunakan berupa histori kuotasi opsi harian pada periode 2022–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LSTM memiliki akurasi yang lebih unggul dengan RMSE sebesar 5.100 dan MAE sebesar 3.079, dibanding dengan model Black–Scholes yang menghasilkan RMSE sebesar 7.303 dan MAE sebesar 3.656. Berdasarkan waktu jatuh tempo, model Black–Scholes lebih unggul pada opsi dengan jatuh tempo kurang dari tiga bulan, sedangkan model LSTM lebih unggul pada opsi dengan jatuh tempo lebih dari tiga bulan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh penyimpangan asumsi normalitas log return pada model Black–Scholes dan pendekatan bergulir yang mempu menjaga kestabilan akurasi penilaian pada model LSTM. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan model penentuan harga opsi put untuk mendukung strategi lindung nilai.   Kata Kunci - Opsi Put, Black–Scholes, LSTM, pengelolaan risiko, NVIDIA

Downloads

Published

2026-05-28

Issue

Section

Articles