Analisis tata kelola sistem informasi skck online pada kantor pelayanan skck polrestabes kota semarang menggunakan framework cobit 5 dss 02
DOI:
https://doi.org/10.33633/joins.v7i1.5754Abstrak
Abstrak Polrestabes Semarang merupakan sebuah salah satu lembaga kepolisian yang menyediakan pelayanan kepada masyarakat dalam penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Kepolisian Republik Indonesia melakukan inovasi yaitu dengan membuat sistem informasi bernama SKCK Online yang telah diimplementasikan dalam pelayanan SKCK Polrestabes Semarang. Namun dalam pelaksanaannya sistem tersebut masih mengalami kendala atau insiden yang menyebabkan kegiatan pelayanan menjadi tidak optimal. Masalah yang terjadi lantaran kurangnya Standar Operasional Prosedur yang khusus mengatur tentang layanan dan insiden di tingkat pelayanan SKCK Polrestabes Semarang. Untuk mengetahui apakah sistem informasi SKCK Online telah berlangsung seperti yang diharapkan, maka perlu dilakukan analisis tata kelola sistem informasi. Fokus penelitian ini yaitu permintaan layanan dan insiden (DSS 02) dalam framework COBIT 5. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kapabilitas dan strategi perbaikan untuk proses permintaan layanan dan insiden pada sistem informasi SKCK Online. Dari hasil analisis penghitungan level kapabilitas berada pada level 1 (Performed) dengan status Largely achieved yaitu dengan nilai 67,85 % yang menunjukkan bahwa pengelolaan permintaan layanan dan insiden SKCK Online belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Untuk mencapai target (Level 3), Pelayanan SKCK Polrestabes Semarang dapat melakukan strategi perbaikan dengan memperhatikan tahapan dari proses dari DSS 02. Kata kunci—COBIT 5.0, DSS02, Tata Kelola TI, Polrestabes Semarang, Pelayanan SKCK Abstract Polrestabes Semarang is one of the police agencies that provide services to the public in the issuance of Police certificate (SKCK). The Indonesian police are innovating by creating an information system called SKCK Online which has been implemented in the service of SKCK Polrestabes Semarang. But in the implementation of the system is still experiencing obstacles or incidents that cause service activities to be not optimal. The problems that occurred due to the lack of operational standard procedures that are specifically set about services and incidents in the service level of SKCK Polrestabes Semarang. To find out if the SKCK Online information system has been underway as expected, the Information system governance analysis is necessary. The focus of this research is the service request and incident (DSS 02) in the COBIT framework 5. The purpose of this research is to determine the level of capability and improvement strategies for service request processes and incidents in SKCK Online information systems. From the result of analysis, the capability count is at Level 1 (Performed) with the status of Largely achieved with a value of 67.85% indicating that management of the service request and incident SKCK Online has not been fully managed. To achieve the target (Level 3), service SKCK Polrestabes Semarang can conduct a remediation strategy with respect to the stages of the process from DSS 02. Keywords—COBIT 5.0, DSS02, IT Governance, Polrestabes Semarang, SKCK ServiceReferensi
DAFTAR PUSTAKA
F. S. Clara Semaya Walangitan, Sofia Pangemanan, “Kualitas Pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian Dan Dampak Terhadap Masyarakat Di Kepolisian Resort Minahasa Utara,” J. Eksek., vol. 2, no. 5, pp. 1–11, 2020.
A. Nafitaningrum and R. S. Astuti, “Inovasi Layanan Pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (Skck) Di Wilayah Hukum Polrestabes Kota Semarang,” 2015, [Online]. Available: https://cesmac.edu.br/admin/wp-content/uploads/2015/09/Manual-Básico-de-conduta-no-laboratório-Multidisplinar-de-Pesquisa.pdf%0Ahttps://www.cambridge.org/core/product/identifier/S0007125000097142/type/journal_article.
N. A. Mayangky and S. Suharyanto, “Perancangan Sistem Informasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Pada Polsek Citeureup Cimahi,” J. Sisfokom (Sistem Inf. dan Komputer), vol. 7, no. 1, p. 67, 2018, doi: 10.32736/sisfokom.v7i1.295.
M. A. Helmiawan, “Cobit 5 untuk manajemen teknologi informasi & proses bisnis perusahaan,” J. Inf., vol. IX, no. 1, pp. 50–72, 2017, [Online]. Available: http://informasi.stmik-im.ac.id/sistem-pendukung-keputusan-memilih-jurusan-di-perguruan-tinggi-menggunakan-metode-analytical-hierarchy-process-ahp/.
Y. Megasyah and A. A. Arifnur, “Academic Information System Security Audits Using COBIT 5 Framework Domains APO12, APO13 AND DSS05,” J. Appl. Eng. Technol. Sci., vol. 1, no. 2, pp. 124–135, 2020, doi: 10.37385/jaets.v1i2.79.
F. S. Sulaeman, “Audit Sistem Informasi Framework Cobit 5,” Media J. Inform., vol. 7, no. 2, pp. 37–42, 2020, doi: 10.31219/osf.io/yp5u2.
H. Hilmawan, O. D. Nurhayati, and I. P. Windasari, “Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi menggunakan Kerangka Kerja COBIT 5 pada AMIK JTC Semarang,” J. Teknol. dan Sist. Komput., vol. 3, no. 2, p. 247, 2015, doi: 10.14710/jtsiskom.3.2.2015.247-252.
D. U. Setya and W. Wella, “COBIT 5.0: Capability Level of Information Technology Directorate General of Treasury,” Int. J. New Media Technol., vol. 5, no. 1, pp. 18–24, 2018, doi: 10.31937/ijnmt.v5i1.614.
S. De Haes, W. Van Grembergen, and R. S. Debreceny, “COBIT 5 and enterprise governance of information technology: Building blocks and research opportunities,” J. Inf. Syst., vol. 27, no. 1, pp. 307–324, 2013, doi: 10.2308/isys-50422.
R. G. Nagel, G. Pasyha, and E. B. Wagiu, “Analisa Tata Kelola Sistem Informasi Universitas Advent Indonesia menggunakan Framework COBIT 5 ( Domain EDM ),” in Seminar Nasional Informatika 2020, 2020, vol. 2020, no. Semnasif, pp. 321–330.
C. I. Pramita Ady, P. N. Basuki, and A. D. Manuputty, “Analysis of Information Technology Governance Using the COBIT 5 Framework (Case Study: E-Legal Drafting Legal Section of the Regional Secretariat of Salatiga City),” J. Inf. Syst. Informatics, vol. 1, no. 2, pp. 136–151, 2019, doi: 10.33557/journalisi.v1i2.17.
Z. W. Andrean, R. H. Purabaya, and I Wayan Widi Pradnyana, “Pengukuran tingkat kapabilitas teknologi elearning 4.0 dengan menggunakan framework cobit 5 pada domain edm, apo, dan dss (Studi Kasus: Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta),” in Seminar Nasional Mahasiswa Ilmu Komputer dan Aplikasinya (SENAMIKA), 2020, vol. 5, no. ISBN 978-623-93343-1-4, pp. 187–198.
I. N. Putra, A. Hakim, S. H. Pramono, and H. Tolle, “Adopted COBIT-5 framework for system design of Indonesia navy IS/IT: An evaluation,” Int. J. Appl. Eng. Res., vol. 12, no. 17, pp. 6420–6427, 2017.
S. S. Dwi, “Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 5 PT Santani Agro,” J. Tata Kelola Teknol. Inf., p. 8, 2015.
N. Erika, Megawaty, and S. Sauda, “Implementasi Framework Cobit 5 Dalam Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lahat,” J. Tek. Inform., pp. 1–8, 2017, [Online]. Available: http://if.binadarma.ac.id/sipi/jurnal/Jurnal-jurnal niza erika.pdf.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan artikel di JOINS (Journal of Information System) menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada JOINS. Karya ini sekaligus dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain membagikan dan mengadaptasi karya dengan mencantumkan kredit yang layak kepada penulis dan publikasi awal di jurnal ini, menyertakan tautan lisensi, serta menyatakan jika ada perubahan.
- Penulis dapat membuat perjanjian tambahan terpisah untuk distribusi nonekslusif versi terbitan karya ini (misalnya mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali terbit di JOINS.
- Penulis menjamin bahwa naskah ini asli, belum pernah dipublikasikan di tempat lain, tidak sedang ditinjau oleh jurnal lain, dan tidak melanggar hak pihak ketiga. Materi dari sumber lain harus dikutip dengan benar, dan izin harus diperoleh jika diperlukan.
- Penulis boleh mengunggah preprint naskah, tetapi wajib memberi tahu editor saat submission agar proses double-blind review dapat ditangani dengan semestinya.


















