Evaluasi Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) Berdasarkan ISO/IEC 27001:2013 pada Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
DOI:
https://doi.org/10.33633/joins.v4i1.2429Abstrak
Keamanan informasi pada Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang masih terdapat beberapa masalah yaitu terjadinya kehilangan data dan peretasan website milik PIP Semarang. Apabila hal tersebut tidak segera ditangani maka akan menyebabkan terganggunya proses bisnis, hilangnya data serta pencurian data oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk disalah gunakan. Keamanan sistem informasi dan jaringan di PIP Semarang juga masih terdapat kelemahan yang mempunyai dampak cukup berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi pada PIP Semarang serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi. Indeks KAMI adalah aplikasi yang digunakan untuk mengukur kematangan dan kelengkapan keamanan informasi yang telah disesuaikan dengan standart ISO/IEC 27001:2013 yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dari hasil wawancara dan kuisioner berdasarkan indeks Keamanan Informasi (KAMI) pada penelitian tersebut diperoleh hasil yang menyatakan bahwa PIP Semarang termasuk dalam kategori tinggi dengan jumlah skor tingkat ketergantungan penggunaan sistem elektronik sebesar 20. Total skor tingkat kelengkapan keamanan informasi sebesar 238 dan tingkat kematangan berada pada tingkat I+ dimana sudah ada pemahaman mengenai perlunya pengelolaan kemanan informasi akan tetapi penerapan langkah pengamanan masih belum teratur.Kata kunci— Indeks Keamanan Informasi (KAMI), ISO/IEC 27001:2013, Tingkat Kelengkapan, Tingkat Kematangan, Peningkatkan keamanan informasiReferensi
I. Gamayanto, “Porter S Five Forces Model Scott Morton S Five Forces Model Bakos Treacy Model Analyzes Strategic Information Systems Management,†J. Inform., vol. 5, no. 2, p. pp.127-134, 2004.
I. Gamayanto, “Analysis of Wollongong City Council Using 7S ’ S of Galliers and Sutherland Methods,†comptech J., no. 205, pp. 205–213, 2017.
S. Kasus, K. Provinsi, J. Timur, E. R. Pratama, and A. R. Perdanakusuma, “Evaluasi Tata Kelola Sistem Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan Indeks KAMI dan ISO 27001,†J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Komput., vol. 2, no. 11, pp. 5911–5920, 2018.
A. R. MartÃnez-lorente, F. De Ciencias, D. Empresa, P. A. Xiii, and M. MartÃnez-costa, “ISO 9000 & TQM: SUBSTITUTES OR COMPLEMENTARIES? AN EMPIRICAL STUDY IN INDUSTRIAL COMPANIES.â€
B. Neyestani, J. Berlin, and P. Juanzon, “ISO 9001 Standard and Organization â€TM s Performance : A Literature Review ISO 9001 Standard and Organization â€TM s Performance : A Literature Review,†Int. J. Adv. Multidiscip. Res, vol. 4, no. 2, pp. 6–13, 2017.
P. Domingues, “Iso 9001:2015 edition- management, quality and value,†Int. J. Qual. Res., vol. 11, no. 1, pp. 149–158, 2015.
M. Bakator and D. Ćoćkalo, “IMPROVING BUSINESS PERFORMANCE WITH ISO 9001 : A REVIEW OF LITERATURE AND BUSINESS PRACTICE,†Eur. J. Appl. Econ., vol. 15, no. 1, pp. 83–93, 2018.
D. A. Kumar and V. Balakrishnan, “A Study on ISO 9001 Quality Management System Certifications – Reasons behind the Failure of ISO Certified Organizations,†Glob. J. Manag. Bus. Res., vol. 11, no. 9, 2011.
N. Hidayati, “KAJIAN TATA KELOLA IT BERDASARKAN INDEKS KAMI PADA UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR,†J. Paradig., vol. XVI, no. 2, 2014.
O. A. Okwiri and I. M. Mbeche, “ISO 9001 Certification Status and Organizational Quality Maturity Mixed findings from Quality Management and Performance studies,†Int. J. Bus. Soc. Sci., vol. 5, no. 10, pp. 201–211, 2014.
S. M. ARIF, “KAJIAN KEAMANAN TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE INDEKS KAMI : STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN XYZ,†Fakt. Exacta, vol. 8, no. 2, pp. 169–180, 2015.
F. A. Basyarahil, H. M. Astuti, and C. Hidayanto, “Evaluasi Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan Indeks Keamanan Informasi Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ( DPTSI ) ITS Surabaya,†J. Tek. ITS, vol. 6, no. 1, 2017.
F. Ekonomi and U. Kanjuruhan, “KEPUASAN PELANGGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR,†J. Ekon. Mod., vol. 9000, pp. 36–56, 2007.
I. Afrianto and T. Suryana, “Pengukuran dan Evaluasi Keamanan Informasi Menggunakan Indeks KAMI - SNI ISO / IEC 27001 : 2009 Studi Kasus Perguruan Tinggi X,†Ultim. InfoSys, vol. VI, no. 1, pp. 43–49, 2015.
I. K. Dewi, “menggunakan indeks KAMI ( Keamanan Informasi ) PERLINDUNGAN TENAGA USULAN MANAJEMEN RISIKO BERDASARKAN STANDAR SNI ISO / IEC 27001 : 2009 MENGGUNAKAN INDEKS KAMI ( KEAMANAN INFORMASI ) STUDI KASUS : BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA,†Stud. Inform. J. Sist. Inf., vol. 8, no. 1, pp. 1–7, 2015.
J. J. TarÃ, J. F. Molina-azorÃn, and I. Heras, “Benefits of the ISO 9001 and ISO 14001 standards: A literature review,†J. indusrial Eng. Manag., vol. 5, no. 2, pp. 297–322, 2013.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan artikel di JOINS (Journal of Information System) menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada JOINS. Karya ini sekaligus dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain membagikan dan mengadaptasi karya dengan mencantumkan kredit yang layak kepada penulis dan publikasi awal di jurnal ini, menyertakan tautan lisensi, serta menyatakan jika ada perubahan.
- Penulis dapat membuat perjanjian tambahan terpisah untuk distribusi nonekslusif versi terbitan karya ini (misalnya mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali terbit di JOINS.
- Penulis menjamin bahwa naskah ini asli, belum pernah dipublikasikan di tempat lain, tidak sedang ditinjau oleh jurnal lain, dan tidak melanggar hak pihak ketiga. Materi dari sumber lain harus dikutip dengan benar, dan izin harus diperoleh jika diperlukan.
- Penulis boleh mengunggah preprint naskah, tetapi wajib memberi tahu editor saat submission agar proses double-blind review dapat ditangani dengan semestinya.


















