Mona Erythrea Nur Islami
AMPTA Yogyakarta Tourism Colloge
Fian Damasdino
AMPTA Yogyakarta Tourism Colloge
Hamdan Anwari
AMPTA Yogyakarta Tourism Colloge
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelestarian serta pengembangan Royal Cuisine sebagai model gastronomi berkelanjutan, serta kontribusinya terhadap SDG 8, SDG 11, dan SDG 12. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan populasi seluruh pemangku kepentingan, meliputi pemerintah daerah, Keraton Yogyakarta, pelaku UMKM kuliner tradisional, pengelola restoran heritage, komunitas budaya, dan lembaga pendidikan. Sampel dipilih secara purposive, yaitu informan yang memiliki pengetahuan dan keterlibatan langsung dalam pelestarian gastronomi istana, seperti perwakilan Dinas Pariwisata Kota D.I. Yogyakarta, abdi dalem dapur Keraton, pengelola Gadri Resto, pelaku UMKM, dan akademisi STP AMPTA Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi terhadap regulasi, arsip budaya, dan publikasi ilmiah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif antara pemerintah, Keraton, komunitas budaya, UMKM, dan lembaga pendidikan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan Royal Cuisine melalui kebijakan pelestarian, penyelenggaraan event gastronomi, edukasi publik, serta penguatan ekonomi kreatif. Royal Cuisine tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai penggerak pariwisata gastronomi berkelanjutan yang berkontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal dan regional.