Festival Serabi Likuran Sebagai Model Komunikasi Budaya Pembentuk Place Branding Desa Wisata Penggarit
DOI:
https://doi.org/10.33633/ja.v9i2.17674Abstract
Tradisi Serabi Likuran merupakan praktik budaya berbasis kuliner yang berkembang di masyarakat Desa Wisata Penggarit. Tradisi ini mulanya sebagai bentuk silaturahmi dan komunikasi sosial pada malam-malam akhir Ramadhan, yang kemudian dikembangkan menjadi festival budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi budaya dalam tradisi tersebut serta mengkaji transformasinya menjadi festival budaya dan instrumen place branding desa wisata Penggarit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, studi literatur, dan interpretasi budaya. Penelitian ini menggunakan perspektif komunikasi budaya yang memandang tradisi kuliner sebagai praktik komunikasi simbolik dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat dan penguatan Place branding desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serabi adalah warisan dan kekayaan kuliner lokal Desa Penggarit. Serabi berfungsi sebagai media komunikasi simbolik yang merepresentasikan nilai solidaritas sosial, religiusitas, dan identitas kolektif. Transformasi tradisi menjadi festival memperluas fungsi komunikasi dari interpersonal menjadi komunikasi publik dan strategis sebagai atraksi pariwisata. Festival Serabi Likuran berperan sebagai citra desa berbasis kearifan lokal yang memperkuat place branding Desa Penggarit. Penelitian ini menghasilkan model komunikasi budaya berbasis gastronomi "The Four-Stage Cultural Gastronomy Model" menggambarkan tahapan transformasi dari komunikasi interpersonal, simbolik-religius, komunikasi publik menuju komunikasi branding destinasi wisata. Penelitian ini berkontribusi dalam integrasi budaya lokal dan place branding pariwisata perdesaan.Downloads
Published
2026-08-24
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















