Praktik Budaya Digital dan Penerimaan Label Gizi Masyarakat Urban
DOI:
https://doi.org/10.33633/ja.v9i2.17555Abstract
Kebijakan pelabelan gizi memasuki ruang digital yang lebih dulu dikuasai konten promosi minuman manis, sehingga tantangan yang muncul lebih bersifat komunikatif ketimbang semata-mata soal gizi dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menganalisis pemaknaan konsumsi minuman kekinian sebagai praktik bermedia, mekanisme kurasi algoritmik dalam mengedarkan makna konsumsi, dan cara masyarakat urban menerima label Nutri-Level yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026. Kerangka analisisnya berlapis. Mediatisasi mendalam dipakai sebagai landasan cara pandang, platformisasi produksi budaya menjelaskan mekanisme sirkulasi, dan media sebagai praktik dipakai untuk membaca kebiasaan konsumsi, sementara model kerentanan diferensial terhadap efek media dan konsep penyatuan makna digunakan untuk membaca penerimaan pesan kebijakan. Penelitian menerapkan studi kasus tunggal dengan subunit tertanam pada empat informan masyarakat urban dari dua kelompok usia, menggabungkan wawancara mendalam dengan dua puluh enam bahan visual berupa arsip unggahan, foto konsumsi, dan tangkapan lini masa. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi dimaknai sebagai ganjaran diri dan penanda kepribadian oleh seluruh informan, kesadaran atas kurasi algoritmik bersifat menyeluruh namun berhenti pada tingkat rekomendasi tanpa membedakan penempatan yang berbayar, dan pesan kesehatan dicerna melalui rentang sikap yang beragam. Jeda menimbang antara paparan konten dan pembelian ternyata tetap muncul meskipun platform menyatukan tontonan dengan transaksi dalam satu layar, serta kesadaran atas bahaya gula yang mendahului sosialisasi kebijakan pada seluruh informan tanpa selalu berlanjut menjadi pembatasan konsumsi. Dari temuan tersebut disimpulkan bahwa komunikasi kebijakan Nutri-Level perlu bergeser dari penyediaan informasi menuju upaya mempertemukan pesan kesehatan dengan makna yang sudah terbentuk di dalam praktik bermedia masyarakat urban.Downloads
Published
2026-08-11
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















