PERANCANGAN INFOGRAFIS SEJARAH MUSEUM RADYA PUSTAKA SEBAGAI MEDIA EDUKASI ANAK KELAS 5-6 SD

Authors

  • Agus Susanto UNS
  • Bedjo Riyanto Progdi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Negeri Sebelas Maret
  • Deny Tri Ardianto Progdi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Negeri Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.33633/andharupa.v10i01.9665

Abstract

AbstrakKota Surakarta memiliki banyak peninggalan bersejarah, salah satunya adalah Museum Radya Pustaka. Museum Radya Pustaka merupakan museum pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia. Namun, masyarakat khususnya anak-anak belum banyak yang mengetahui nilai sejarah tersebut. Mengingat pengetahuan sejarah terutama sejarah lokal sejak dini sangat penting dalam memupuk dan membentuk karakter dan jati diri anak. Maka diperlukan media edukasi yang tepat untuk memperkenalkan sejarah Museum Radya Pustaka kepada anak. Penggunaan infografis banyak dilakukan dalam menyajikan informasi dalam bentuk visual, sehingga anak dapat lebih cepat memahami informasi yang disajikan. Infografis umumnya digunakan pada media poster untuk mempermudah penggambaran informasi. Perancangan ini menggunakan metode Design thinking yang mencakup serangkaian langkah yang berfokus pada pemahaman mendalam tentang pengguna, menciptakan pemikiran yang berpusat pada manusia, dan kemudian menguji solusi yang dihasilkan secara berulang. Terdapat lima tahapan yaitu emphatize, define, ideate, prototype, testing. Hasil yang didapatkan adalah terciptanya poster infografis yang berisi sejarah Museum Radya Pustaka. Dimana informasi mengenai sejarah museum yang komplekss, disajikan dalam bentuk infografis sehingga mempermudah anak 5-6 SD dalam memahami dan mengingat informasi yang disajikan. Kata Kunci: edukasi, infografis, Museum Radya Pustaka, sejarah AbstractThe city of Surakarta possesses numerous historical relics, one of which is the Radya Pustaka Museum. Radya Pustaka Museum stands as the first museum established by the Indonesian people. However, the community, especially children, are not fully aware of the historical significance. Considering that early exposure to history, particularly local history, is crucial in fostering and shaping the character and identity of children, a suitable educational medium is necessary to introduce the history of the Radya Pustaka Museum to them. The use of infographics is commonly employed in presenting information in visual form, enabling children to comprehend the presented information more rapidly. Infographics are generally utilized in poster media to facilitate the depiction of information. This design employs the Design thinking method, encompassing a series of steps that concentrate on a profound understanding of users, creating human-centered thinking, and subsequently testing the generated solutions iteratively. There are five stages: empathize, define, ideate, prototype, and testing. The outcome is the creation of an infographic poster detailing the history of the Radya Pustaka Museum. Complex information regarding the museum's history is presented in infographic form, thereby facilitating children at 5-6 elementary school in comprehending and retaining the information provided. Keyword: Education, History, Infographics, Radya Pustaka Museum

References

Aldila, T. H., Musadad, A. A., & Susanto, S. (2019). Infografis sebagai Media Alternatif dalam Pembelajaran Sejarah bagi Siswa SMA. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(01), 141-152.

Artacho-Ramírez, M., Diego-Mas, J., & Alcaide-Marzal, J. (2008). Influence of the mode of graphical representation on the perception of product aesthetic and emotional features: An exploratory study. International Journal of Industrial Ergonomics 38, 942-952.

Asmara, D. (2019). Peran Museum dalam Pembelajaran Sejarah. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 2(1), 10-20.

Brown, T., & Wyatt, J. (2010). DesignThinking for Social Innovation. Stanford Social Innovation Review, 8, 30–35.

Cagar Budaya Kemdikbud RI, “Daftar Bangunan Cagar Budaya Museum Radya Pustaka Surakarta”.http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/cagarbudaya/detail/PO2014110400052/museum-radya-pustaka, Diakses 18 april 2022.

Lankow, dkk (2014). Infografis Kedahsyatan Cara Bercerita Visual. Gramedia Pustaka Utama.

Miftah, M. N., Rizal, E., & Anwar, R. K. (2016). Pola Literasi Visual Infografer Dalam Pembuatan Informasi Grafis (Infografis). Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan, 4(1), 87.

Mukhlis, M. (2021). Pendidikan Sejarah Dalam Pendidikan Karakter Bangsa.

Samiudin. (2017). Pentingnya Memahami Perkembangan Anak Untuk Menyesuaikan Cara Mengajar Yang Diberikan. Pancawahana, 12(1), 1–9.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulaiman, A. M., & Bastian, H. (2019). Revitalisasi Desain Iluminasi Pada Naskah Jawa Kuno di Museum Radya Pustaka Surakarta. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(02), 240-250.

Tjahjopurnomo, R., Munandar, A. A., Perdana, A., Rahayu, A., & Gultom, A. M. (2011). Sejarah Permuseuman di Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Downloads

Published

2024-03-31