MAKNA SENI RUPA PROBLEMATIKA PROSES PENCIPTAAN DAN APRESIASI DALAM SUDUT PANDANG DIFABEL TUNA NETRA

Authors

  • Ida Bagus Komang Sindu Putra Insititut Seni Indonesia Bali
  • Martinus Dwi Marianto Institut Seni Indonesia Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.33633/andharupa.v10i01.8583

Abstract

Abstrak Seni rupa dan difabel tuna netra bagi orang normal adalah kemustahilan tetapi difabel tuna netra yang memilih bahasa ekspresi seni rupa merupakan proses luar biasa. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan makna seni rupa dalam kacamata difabel tuna netra sekaligus mengungkap problematika proses penciptaan dan apresiasi seni rupa difabel tuna netra yang memilih seni rupa sebagai bahasa ekspresi. Penelitian mengunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data adalah tuna netra yang berkarya seni rupa dan tidak berkarya seni rupa. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data dengan konsep hierarki kebutuhan teori Abraham Maslow, serta teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua makna seni rupa difabel tuna netra yaitu; makna cipta adalah persepsi visual yang diperoleh dari indera selain mata dan makna indah adalah keindahan melampaui penglihatan yaitu rasa senang, aman, nyaman dan tenang. Problematika proses penciptaan karya difabel tuna netra adalah dalam mengidentifikasi warna sedangkan problematika apresiasi karya seni adalah tidak tersedianya akses multi sensorik, kesulitan memahami dimensi visual, interpretasi pesan dan makna karya seni, kurangnya pengalaman visual sebelumnya, dan stigma sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah difabel tuna netra adalah sosok yang dapat mencipta dan mengapresiasi karya seni rupa dengan memanfaatkan dan melatih indera yang masih berfungsi dengan baik. Kata Kunci: apresiasi seni, difabel, tuna netra, makna seni rupa AbstractFine art and the blind are impossible for normal people, but for the blind, choosing the language of expression in art is an extraordinary process. The aim of this research is to describe the meaning of art through the eyes of the blind and, at the same time, reveal the problems in the process of creating and appreciating art for the blind who choose art as a language of expression. Research using the descriptive-qualitative method and the source of the data is the visually impaired, who create fine arts and do not create fine arts. Data collection through interviews and observation. Data analysis with Abraham Maslow's hierarchy of needs concept as well as Berger and Luckmann's social construction theory The results of the study show that there are two meanings of art for the visually impaired: the meaning of creativity is visual perception obtained from senses other than the eyes, and the meaning of beauty is beauty beyond sight, namely feeling happy, safe, comfortable, and calm. The problems in the process of creating works for the visually impaired are in identifying colors, while the problems in appreciating works of art are the unavailability of multi-sensory access, difficulties in understanding visual dimensions, interpretation of messages and meanings of works of art, a lack of prior visual experience, and social stigma. The conclusion of this study is that the visually impaired are people who can create and appreciate works of art by utilizing and training the senses that are still functioning properly. Keywords: art appreciation, blind, disabled, meaning of fine arts

References

Abdillah, N. F. (2023). Gedung Apresiasi Seni Anak Berkebutuhan Khusus di Balikpapan. Journal of Architecture, 12(1), 108–118.

Anam, C., & Priharto, M. I. (2021). Desain Meja Board Game Ular Tangga Untuk Interaksi Sosial Pada Tuna netra Studi Kasus SLB YPAB Tegalsari Surabaya. Idealog: Ide Dan Dialog Desain Indonesia, 6(1), 38–48.

Chandra, A. T. G., & Jaya, A. M. (2021). Aplikasi Metoda Arsitektur Inklusif pada Ruang Ekspresi Seni bagi Penyandang Disabilitas. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 10(2), 152–158.

Cho, J. D. (2021). Multi-sensory interaction for blind and visually impaired people. Electronics , 10(24), 1–9.

Da Costa, L., Mulyadi, L., & Ujianto, B. T. (2020). Galeri Seni Rupa Tema: Arsitektur Metafora. Jurnal PENGILON, 4(1), 87–100.

Fajrie, N. (2016). Pengenalan Kegiatan Seni Rupa untuk Anak Tuna netra dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Sensitivitas. Jurnal Imajinasi, 10(2), 153–158.

Fauzi, J. F., Tolle, H., & Dewi, R. K. (2018). Implementasi Metode RGB To HSV pada Aplikasi Pengenalan Mata Uang Kertas Berbasis Android untuk Tuna Netra. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 2(6), 2319–2325.

Felix, J. (2012). Pengertian Seni Sebagai Penantar Kuliah Sejarah Seni Rupa. Humaniora, 3(2), 614–621.

Feng, J., & Pan, Y. (2019). A Study of Blind People based on Morphological Recognition Color - Graphic Research. Journal of the Ergonomics Society of Korea, 38(6), 483–498.

Gultom, S. N., & Budisetyani, I. G. A. P. W. (2018). Penerimaan Diri Difabel (Different Abilities People): Studi Tentang Remaja Tuna netra Perolehan. Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 278–286.

Hinelo, M., Mohamad, I., & Sudana, I. W. (2022). Perancangan Media Pembelajaran Seni Rupa Berbasis Multimedia Interaktif Bagi Siswa SLB Negeri Kota Gorontalo. Jambura:Jurnal Seni Dan Desain, 2(1), 8–17.

Jeon, J. O. (2019). The Contribution of Language, Literature, Art and Culture in Digital Era. A Sensory Experience Beyond Sight: New Media Art for People with Vision Impairment, 1–12.

Kahfi, A., Saputra, A. T., Addas, R., & Rofii, A. A. (2020). “Guiding Block Performance” sebagai Solusi Untuk Mengekspresikan Tarian PakkarenaBagi Perempuan Penyandang Tuna netra di Makassar Sulawesi Selatan. 2(2), 31–37.

Kusuma, R. A. (2023). Simbol Dan Icon Kebudayaan Baru Masyarakat Konsumerisme Sebagai Metafor Dalam Karya Seni Lukis. Ikonik: Jurnal Seni Dan Desain, 5(1), 9–14.

Maslahah, S., & Suharmini, T. (2018). Pengaruh Aplikasi Color Detector for Blind on Based Android (Coda) Terhadap Pengenalan Warna Bagi Penyandang Tuna netra Di Yogyakarta. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 14(1), 35–45.

Maulidina, R., & Zaini, I. (2021). Karya Seni Rupa Anak Tuna netra (Studi Kasus Pada Anak Tuna netra SLB Raharja Sejahtera Kandangan, Kediri). Sakala Jurnal Seni Rupa Murni, 2(2), 1–16.

Mukaddas, A. B. (2021). Unsur-Unsur Seni Rupa Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Purwa. Balo Lipa: Jurnal Pendidikan Seni Rupa , 1(1), 1–9.

Prasetyo, S. M. D., Payuyasa, I. N., & Suardina, I. N. (2023). Penerapan Audio Description Pada Karya Dokumenter Pendek Sejauh Mata Memandang. Jurnal Calaccitra, 3(1), 112–123.

Prihwanto, P. (2021). Seni Rupa sebagai Alternatif Pendekatan dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual. SOSIOHUMANIORA : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 7(1), 61–71.

Putri, N. L. P. D. S., Widyastuti, K., Laksmidewi, A. A. A. P., Adnyana, I. M. O., & Meidiary, A. A. A. (2019). Korelasi antara aktivitas seni lukis dengan fungsi neurokognitif pada lansia pelukis wayang kamasan di Desa Kamasan Klungkung. Medicina, 50(1), 46–51.

Salam, S., Sukarman, Hasnawati, & Muhaemin, M. (2020). PENGETAHUAN DASAR SENI RUPA (Sukarman & S. Salam, Eds.; 1st ed., Vol. 1). Badan Penerbit UNM Universitas Negeri Makasar.

Setiawan, K. M., Bajraghosa, T., & Jatmiko, E. (2023). Perancangan Buku Taktil Dengan Media Clay Sebagai Media Pengenalan Hewan Untuk Tuna netra Usia Anak-Anak. Jurnal Fenomena Seni, 1(1), 1–17.

Stefanni, C., Yong, S. de, & Kayogi, D. T. (2019). Perancangan Interior Galeri Seni Kontemporer Karya Penyandang Difabel dengan Konsep Universal Designdi Surabaya. Jurnal Intra, 7(2), 992–1002.

Sukawati, C. I. R. P. M., & Budisetyani, I. G. A. P. W. (2018). Motivasi Berprestasi Remaja Tuna netra Perolehan Di Yayasan Pendidikan Dria Raba Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 403–417.

Syahputri, D. M., & Djauhari, M. (2021). Pola Komunikasi Pendidik dalam Pembelajaran Fotografi terhadap Anak Penyandang Tuna netra di Komunitas Se:Rasa Collective Surabaya. DIGICOM : Jurnal Komunikasi Dan Media, 1(1), 42–56.

Warni, T., & Damajanti, I. (2019). Seni Lukis Penyandang Tuna netra Komunitas Balvi. Utlimart : Jurnal Komunikasi Visual, 12(1), 43–53.

Yuliana, A. (2018). Teori Abraham Maslow Dalam Analisa Kebutuhan Pemustaka. Libraria : Jurnal Perpustakaan , 6(2), 349–376.

Yunus, P. P., & Muhaemin, M. (2022). Semiotika dalam Metode Analisis Karya Seni Rupa Semiotics in Fine Art Work Analysis Methods. Sasak; Desain Visual Dan Komunikasi, 04(1), 29–36.

Downloads

Published

2024-03-31