Kajian Semiotika Tokoh Tawang Alun pada Komik Wayang Beber Pacitan Adegan Ketiga Belas

Margana Margana

Abstract


Abstrak

Wayang beber Pacitan merupakan jenis seni tradisi asli Nusantara yang unik dan langka, tetapi keberadaannya saat ini hampir punah karena tergeser oleh budaya modern. Jenis wayang tersebut mengangkat cerita Panji dengan beberapa tokoh yang memiliki sifat dan karakter beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter tokoh Tawang Alun pada adegan ketiga belas wayang beber Pacitan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pengambilan sampel penelitian dengan cara purposive sampling. Data penelitian dianalisis dengan metode analisis interaktif dan menggunakan teori semiotika. Untuk mengetahui validitas data digunakan triangulasi. Kesimpulan penelitian adalah Tawang Alun sebagai tokoh utama pada adegan ketiga belas wayang beber Pacitan memiliki karakter kuat yaitu setia pada atasan, rela berkorban dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya.

 

Kata kunci: adegan, karakter, komik, semiotika, wayang beber

 

Abstract

Wayang Beber Pacitan is a unique and rare piece of traditional art from Indonesia, but its existence is presently almost extinct because it was shifted by modern culture. This type of wayang raises the of Panji with several characters who have various traits and characters. This study aims to analyze the characters of Tawang Alun in the 13th scene of Pacitan’s wayang Beber. This research is qualitative descriptive, research data was collected through observation, interviews, and document analysis. The research sample was taken by purposive sampling. The research data were analyzed by interactive analysis method and using semiotic theory. To determine the validity of the data used triangulation. The study concludes that Tawang Alun is the main character in the thirteenth scene of Pacitan’s wayang Beber and it has a strong character that is loyal to his superiors, willing to sacrifice, and full of dedication in carrying out his duties.

 

Keywords: character, comic, semiotic, scene, wayang beber


Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Agus. (2016). Kriya Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta. Identifikasi Pola, Aneka Tatahan dan Sunggingannya. Surakarta: ISI Press

Alodia Santoso, Benedicto. (2018). Perancangan Komik 360 Sebagai Media Informasi Tentang Pelecehan Seksual Cat Calling. Jurnal Andharupa Vol.4 No. 1 Februari 2018.

Barthes, Roland. (2013). Mitologi. Bantul: Kreasi Wacana.

Iswidayati. (2006). Pendekatan Semiotik Seni Lukis Jepang Periode 80-90an. Kajian Estetiks Tradisional Jepang Wabi Sabi. Semarang : UNNES

Kristanto, M. (2017). Wayang Kancil sebagai Potensi Lokal Pendidikan Anak (Kajian Psiko-Sosio-Budaya). Disertasi. Semarang : Pascasarjana UNNES.

Rohidi, Rohendi Tjetjep. (2012). Metodologi Penelitian Seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Sugiyono. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Suharyono, Bagyo. (2008). “Wayang Beber Wonosari”. Wonogiri : Bina Citra Media.

Sutopo. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press

Suyanto. (2009). Nilai Kepemimpinan Lakon Wahyu Makutharama dalam Perspektif Metafisika. Surakarta: ISI Press

Tabrani, Primadi. (2012). Bahasa Rupa. Bandung: Kelir

Warto. (2012). Wayang Beber Pacitan: Fungsi, Makna dan Usaha Revitalisasi. Jurnal Paramita Vol 22 No. 1 Januari 2012




DOI: https://doi.org/10.33633/andharupa.v7i2.4947

Article Metrics

Abstract view : 69 times
PDF - 45 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexed by:

 

 

 

Andharupa Journal (p-ISSN: 2477 - 2852 | e-ISSN: 2477 - 3913) is published by Dian Nuswantoro University, Semarang. This Journal is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.