AKULTURASI BUDAYA ISLAM PADA MOTIF BATIK “PELO ATI” DESA KALIPUCANG WETAN KABUPATEN BATANG
DOI:
https://doi.org/10.33633/andharupa.v10i04.9161Keywords:
Batik Rifaiyah, Pelo Ati, akulturasi budayaAbstract
Batik Rifa’iyah tumbuh dari Komunitas perajin di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang yang menerapkan nilai-nilai ajaran Islam pada motifnya. Batik Rifa’iyah memiliki keunikan dari segi proses pembuatan, visualisasi bentuk serta wujud akulturasi budaya pada motifnya. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji teknik pembuatan, visualisasi motif batik, dan wujud akulturasi budaya pada motif batik Pelo Ati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pembeda pada proses pembuatan batik Rifa’iyah yaitu perajin membaca syair kidung berbahasa Jawa yang berisi ajaran Islam ketika menorehkan malam ke selembar kain batik. Kedua, motif Pelo Ati pada dua sisi kain batik (Pagi- Sore) divisualisasikan dari hewan (unggas) dengan bagian tubuh yang terpisah. Ketiga, wujud akulturasi budaya pada motif batik Rifa’iyah, diantaranya: (1) Motif batik Rifa’iyah mengikuti ajaran Islam bahwa tidak diperbolehkan menggambar makhluk hidup secara utuh. (2) Terdapat percampuran budaya lain pada motif yang mendapat pengaruh dari Eropa, Mataram dan China. Pengaruh dari Eropa tervisualisasikan pada motif renda-renda sebagai ornamen hiasan. Kemudian motif mataram terwujud pada motif Hujan Liris di pinggiran kain. Sedangkan pengaruh dari budaya Cina terwujud pada warna yang digunakan yaitu warna merah.References
Selamet, J. (2018). Indonesian Batik Translation: A Case Study. International Journal of Visual Design , 11-17.
Amalia, R. U. (2010). Motif batik Pekalongan: studi dokumen koleksi museum batik Pekalongan. Seni dan Budaya, 41-125.
Hamzuri. (1985). Batik Klasik (Classical batik). Jakarta: Djambatan.
Dalijo, M. (1983). Pengenalan Ragam Hias Jawa. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.
Roojen, P. v. (2001). Batik Design. Singapore: Pepin Press.
Christine Claudia Lukman, S. R. (2022). Komparasi Gaya Visual Dan Makna Pada Desain Batik Tiga Negeri Dari Solo, Lasem, PEkalongan, Batang Dan Cirebon. Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, 51-66.
Miftakhutin. (2022, 12 15). Motif Batik Pelo Ati . (A. Rahmawati, Interviewer)
Anik Rahmawati, R. A. (2020). Teknik, Visualisasi, dan Esensi Motif Kembang Suweg Pada Batik Tulis Shuniyya. Jurnal Seni Imajinasi, 25-32.
Mustika, S. (2018). Melestarikan Batik Tradisional Rifa'iyah Sebagai Identitas Budaya Komunitas Rifa'iyah. Jurnal Penelitian Komunikasi, 29-42.
Lukman Firdaus, Y. B. (2017). Analisis Akulturasi Kebudayaan Antara Masyarakat Transmigran Dengan Masyarakat Lokal. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 109–122.
Nita Virena Nathania, R. K. (2022). Akulturasi Budaya Warak Ngendhog Dalam Bentuk Film Animasi 3D Si Warik. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 475-488.
Aquamila Bulan Prizilla, A. S. (2017). The Visual Ornaments of The Rifa'iyah Pelo Ati Batik As A Mode of Islamic Proselytism. IJASOS- International E-Journal of Advances in Social Sciences, 1104-1111.
Jumadi. (2022). Batik Rifa'iyah Batang Salah Satu Budaya Yang Tercatat Di Dunia. Batang: BERITA (Kanal Berita Pemkab Batang).
Feldman, E. B. (1967). Art as Image and Idea. New Jersey: The University of Georgia Prentice Hall, Inc, Englewood Clift.
Djajasudarma, F. (2008). Semantic 1. Bandung: PT Refika Aditama.
Abu'Abdillah, A. b.-S. (1996). Musnad Ahmad Ibn HAnbal, Juz I. Cet. I. Beirut: 'Alam al-Kutub.
Abdullah, T. (1993). Agama, Etos Kerja, dan Pengembangan Ekonomi. Jakarta: LP3ES.
Triyanto, N. R. (2013). Warak Ngendog: Simbol Akulturasi Budaya Pada Karya Seni Rupa. Jurnal Komunitas Research & Learning in Sociology and Anthropology, 162-171.
Istari, T. R. (2012). Ragam Hias Non-Cerita Pada Relief Candi Untuk Perkembangan Motif Batik Kontemporer. Naditira Widya, 64-78.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).