Penerbit Health Science UDINUS https://publikasi.dinus.ac.id/bhs <p><strong>Selamat Datang di Website Health Science UDINUS (HS-UDINUS)</strong></p> <p>HS-UDINUS hadir sebagai platform terpercaya untuk penerbitan buku-buku berkualitas di bidang kesehatan dan ilmu terkait. Dengan nomor ISBN (<em>International Standard Book Number</em>) dan DOI (<em>Digital Object Identifier</em>), setiap buku yang kami terbitkan memiliki identitas unik yang memudahkan proses penjualan, distribusi, dan pencarian di tingkat nasional maupun internasional.</p> <p>Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui berbagai layanan unggulan:</p> <ul> <li> <p><strong>Layanan Book Publishing</strong><br />Penerbitan buku dengan standar tinggi yang didukung oleh tim editorial profesional.</p> </li> <li> <p><strong>Layanan Print on Demand</strong><br />Cetak buku sesuai kebutuhan Anda, tanpa harus memesan dalam jumlah besar.</p> </li> <li> <p><strong>Layanan General Offset Printing</strong><br />Produksi cetak berkualitas tinggi untuk kebutuhan dalam skala besar.</p> </li> <li> <p><strong>Daftar Buku Terlengkap</strong><br />Jelajahi koleksi buku kami yang mencakup berbagai topik kesehatan dan ilmu lainnya.</p> </li> </ul> <p>Dengan layanan ini, HS-UDINUS siap menjadi mitra Anda dalam berbagi ilmu pengetahuan, memperluas jangkauan karya ilmiah, dan mendukung pengembangan akademik maupun profesional.</p> <p>Temukan inspirasi dan inovasi di setiap buku yang kami terbitkan!</p> Health Science en-US Penerbit Health Science UDINUS 3032-2170 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Faktor Risiko yang Memengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja Awal SMP di Kota Semarang https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17423 <p>Obesitas pada remaja ialah persoalan kesehatan masyarakat yang terus mengalami peningkatan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, pengetahuan, aktivitas fisik, kualitas tidur, perilaku sedentari, kondisi kesehatan, dan sosial ekonomi. Sebelum instrumen diaplikasikan pada penelitian utama, diperlukan pengujian validitas dan reliabilitas agar memastikan mengenai instrumen mampu mengukur variabel secara tepat dan konsisten.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian obesitas pada remaja awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment, sedangkan uji reliabilitas mengaplikasikan Cronbach's Alpha yang dibantu perangkat lunak JASP. Uji coba instrumen ditujukan pada 30 siswa kelas VII SMP Maria Goretti Kota Semarang.</p> <p>Temuan uji validitas memperlihatkan mayoritas item pada seluruh variabel berhasil mencapai kriteria validitas, meskipun beberapa item dinyatakan tidak valid, yaitu PM6, P5, P8, KT5, KT6, KT8, dan SE3. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa hanya variabel Kondisi Kesehatan General yang memenuhi kriteria reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,791, sedangkan variabel Pola Makan (0,430), Pengetahuan (0,563), Kualitas Tidur (0,495), Aktivitas Fisik (0,384), Perilaku Sedentari (0,475), dan Sosial Ekonomi (0,352) belum memenuhi kriteria reliabilitas.</p> <p>Oleh karena itu, diperlukan revisi terhadap item yang mempunyai validitas dan reliabilitas rendah agar instrumen dapat digunakan secara optimal pada penelitian utama mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian obesitas pada remaja.</p> Virly Naila Masithoh Tiara Fani Copyright (c) 2026 Virly Naila Masithoh, Tiara Fani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17423 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Reinfeksi Tuberkulosis (TB) Pada Pasien Pasca Sembuh di Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu Kota Semarang https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17434 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Tuberkulosis adalah penyakit menular dengan beban kesehatan masyarakat yang tinggi di dunia. Indonesia menempati urutan kedua negara dengan tingginya angka TB terbesar secara global. Meskipun telah dinyatakan sembuh setelah menyelesaikan pengobatan, penyintas TB tetap memiliki peluang mengalami reinfeksi apabila belum menerapkan perilaku pencegahan secara optimal. Di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu, tercatat 229 kasus TB pada tahun 2025. Namun, penelitian mengenai perilaku pencegahan reinfeksi pada kelompok pasien pasca sembuh masih terbatas sehingga diperlukan instrumen penelitian yang mampu mengukur variabel yang mempengaruhi perilaku tersebut secara tepat.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji instrumen yang digunakan untuk mengukur segala sesuatu yang terkait dengan perilaku pencegahan reinfeksi tuberkulosis pada pasien yang telah sembuh di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu, Kota Semarang. Instrumen tersebut dianggap valid dan kredibel.</p> <p><strong>Metode:</strong> Kuantitatif menggunakan desain analitik observasional berjenis Cross-Sectional. Responden berjumlah 30 yang dipilih berdasarkan Simple Random Sampling. Instrumen disusun menggunakan teori Health Belief Model yang terdiri atas 25 butir pertanyaan meliputi persepsi kerentanan, keparahan, persepsi manfaat, hambatan, dan perilaku pencegahan reinfeksi. Pengujian dilakukan untuk mengetahui validitas menggunakan korelasi Pearson, sedangkan pengukuran reliabilitas dianalisis dengan Cronbach's Alpha.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Seluruh item pernyataan dikatakan memenuhi kriteria validitas dengan nilai koefisien korelasi lebih tinggi dibandingkan nilai rtable (0,361). Hasil pengujian reliabilitas menggambarkan semua variabel memiliki nilai Cronbach's Alpha &gt;0,70 sehingga dikatakan memiliki konsistensi internal yang baik.</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Instrumen berbasis Health Belief Model yang dikembangkan pada penelitian ini terbukti valid dan reliabel sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian utama tentang faktor-faktor yang berhubungan pada perilaku pasien yang telah sembuh dari tuberkulosis untuk mencegah reinfeksi.</p> Edelwei Aqiyuh Renhad Sri Handayani Copyright (c) 2026 Edelwei Aqiyuh Renhad, Sri Handayani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17434 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Survei Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Berbasis Faktor Predisposisi Lawrence Green Pada Siswa SMP di Kota Semarang https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17421 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi persoalan kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok usia sekolah. Kondisi tersebut membuat diperlukannya instrumen yang tepat untuk menilai perilaku pencegahannya. Penelitian ini bertujuan menilai validitasdan reliabilitas instrumen survei perilaku pencegahan DBD yang dikembangkan berdasarkan faktor predisposisi Lawrence Green pada siswa SMP 2 Mardisiswa Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 52 siswa dari dua kelas yang diberikan langsung oleh pihak sekolah dengan teknik non-probability sampling pendekatan convenience sampling. Instrumen mencakup variabel pengetahuan, sikap, persepsi risiko, self efficacy, dan perilaku pencegahan DBD. Validitas butir dinilai dengan melihat korelasi item-total dengan r tabel 0,273, sedangkan reliabilitas butir dinilai dengan Cronbach’s Alpha. Temuan pengujian memperlihatkan mayoritas butir dinyatakan valid, yaitu 7 item pengetahuan, seluruh item sikap dan persepsi risiko, 9 item self-efficacy, serta 7 item perilaku pencegahan DBD. ItemP1, E7, dan PP1 dinyatakan tidak valid, sedangkan P3 dan P4 tidak dapat diuji karena tidak memiliki variasi jawaban. Hasil reliabilitas menunjukkan sikap, persepsi risiko, dan self-efficacy berada pada kategori acceptable, sementara pengetahuan dan perilaku pencegahan DBD berada pada kategori questionable. Instrumen perlu direvisi pada item yang belum memenuhi kriteriasebelum digunakan dalam penelitian utama.</p> Renata Dwi Mertananda Suharyo Suharyo Copyright (c) 2026 Renata Dwi Mertananda, Suharyo Suharyo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17421 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Hubungan Faktor Perilaku Dan Gaya Hidup Dengan Gejala Gangguan Lambung Pada Mahasiswa S1 UDINUS Kota Semarang Tahun 2026 https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17426 <p>Gangguan lambung, khususnya gastritis merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dikalangan mahasiswa, yang disebabkan oleh gaya hidup beresiko, termasuk kebiasaan makan yang tidak teratur, konsumsi kopi berlebihan, merokok, dan pola tidur yang buruk. Studi ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas instrument yang menilai korelasi antara faktor perilaku dan gaya hidup dengan gejala masalah pencernaan dikalangan mahasiswa S1 Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) di Kota Semarang pada tahun 2026. Penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Uji coba instrumen dilakukan pada 30 mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) menggunakan teknik purposive sampling. Lima kuesioner diuji, yaitu Kuesioner Pola Makan (QPM), Konsumsi Kafein (QKF), Perilaku Merokok (QPMR), Pola Tidur (QPT), dan Gejala Gangguan Lambung (GGL). Penilaian validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment (r-table = 0,361) dan evaluasi reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha (α &gt; 0,70). Hasil menunjukkan QPM memiliki 8 dari 9 butir valid (α = 0,656, belum reliabel); QKF memiliki 4 dari 7 butir valid (α = 0,441, tidak reliabel); QPMR memiliki 7 dari 8 butir valid (α = 0,966, sangat reliabel); QPT memiliki 8 dari 10 butir valid (α = 0,735, reliabel); dan GGL memiliki seluruh 15 butir valid (α = 0,911, sangat reliabel). Disarankan dilakukan revisi dan uji coba ulang pada instrumen QPM dan QKF sebelum digunakan dalam penelitian utama.&nbsp;</p> Devina Laurentia Maharani Yusthin M. Manglapy Copyright (c) 2026 Devina Laurentia Maharani, Yusthin M. Manglapy https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17426 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian: Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Reinfeksi Pada Pasien Tuberkulosis (TB) Pasca Sembuh di Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17458 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Reinfeksi Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan dalam upaya pengendalian TB karena pasien yang telah dinyatakan sembuh tetap berisiko mengalami infeksi kembali. Penelitian terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan reinfeksi pada pasien TB pasca sembuh memerlukan instrumen yang valid dan reliabel untuk menciptakan data yang akurat.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa validitas dan reliabilitas sebuah instrumen untuk mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan reinfeksi pada pasien TB pasca sembuh sebelum instrumen digunakan dalam penelitian utama.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu di Kota Semarang pada Mei 2026. Instrumen diuji coba pada 30 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan lembar observasi. Koefisien korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk menguji validitas dengan membandingkan nilai rhitung ≥ rtabel dan koefisien Cronbach’s Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas dengan nilai α ≥ 0,70 dinyatakan reliabel.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 24 dari 28 butir pertanyaan/pernyataan dinyatakan valid, sedangkan empat butir belum memenuhi kriteria validitas. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel akses pelayanan kesehatan (α = 0,812), dukungan keluarga (α = 0,721), peran tenaga kesehatan (α = 0,955), dan perilaku pencegahan reinfeksi (α = 0,772) memenuhi kriteria reliabilitas. Sementara itu, variabel pengetahuan (α = 0,659) dan sikap (α = 0,533) belum memenuhi kriteria reliabilitas.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar instrumen yang dibuat telah memenuhi kriteria validitas dan menunjukkan reliabilitas yang baik untuk keempat variabel. Namun, instrumen untuk variabel pengetahuan dan sikap masih memerlukan evaluasi serta penyempurnaan untuk meningkatkan kualitas instrumen sebelum diterapkan pada penelitian utama.</p> Berliyana Damayanti Sri Handayani Copyright (c) 2026 Berliyana Damayanti, Sri Handayani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17458 Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Survei Faktor-Faktor Risiko Kejadian Obesitas Pada Remaja; Studi Di Kota Semarang https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17531 <p>Angka kejadian obesitas pada kelompok remaja terus merangkak naik dan dipicu oleh banyak faktor sekaligus, sehingga dibutuhkan alat ukur survei yang teruji ketepatan dan konsistensinya agar faktor risiko tersebut dapat tergambar secara akurat.</p> <p>Artikel ini menyajikan hasil pengujian validitas dan reliabilitas instrumen survei faktor risiko obesitas pada siswa SMP di Kota Semarang, mencakup delapan aspek: pengetahuan, pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, perilaku sedentari, kondisi kesehatan umum, riwayat keluarga, dan sosial ekonomi.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Tahap uji coba melibatkan 30 siswa SMP Maria Goretti di luar sampel penelitian utama. Ketepatan (validitas) diuji melalui korelasi Pearson (r tabel n=30, α=0,05 = 0,361), sementara konsistensi (reliabilitas) diuji dengan Cronbach's Alpha (batas ambang ≥0,60); seluruh perhitungan diolah menggunakan JASP.</p> <p>Dari 53 item yang diujicobakan, 34 item (64,2%) terbukti valid; kuesioner Aktivitas Fisik, Perilaku Sedentari, dan Riwayat Keluarga Obesitas seluruh itemnya valid, sementara kuesioner Pengetahuan dan Kualitas Tidur paling banyak kehilangan item (berturut-turut 50% dan 46%).</p> <p>Pada uji reliabilitas, hanya 2 dari 7 instrumen memenuhi kriteria, yakni Aktivitas Fisik (α=0,600) dan Kondisi Kesehatan Umum (α=0,755); lima instrumen lain tidak reliabel, bahkan Sosial Ekonomi menunjukkan nilai alpha negatif (α=-0,671).</p> <p>Ketimpangan hasil validitas dan reliabilitas antar instrumen ini membuktikan bahwa tahap evaluasi psikometrik tidak boleh dilewati sebelum survei utama dijalankan, sebab instrumen yang belum teruji konsisten berpotensi menutupi pola hubungan yang sesungguhnya sehingga wajib direvisi dan diuji ulang terlebih dahulu.</p> Salsabila Athaya Syifa Malpa Tiara Fani Copyright (c) 2026 Salsabila Athaya Syifa Malpa, Tiara Fani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17531 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Survei Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Susukan 2 Kabupaten Banjarnegara https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17270 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di tingkat global hingga domestik seperti Kabupaten Banjarnegara masih memperlihatkan tren yang tidak menentu. Di tengah situasi tersebut, efektivitas program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dipengaruhi secara masif oleh tindakan nyata warga yang berakar dari pemahaman serta cara pandang mereka. Namun, penjaringan data survei berisiko memicu bias metodologis (measurement error) apabila kuesioner yang diaplikasikan belum teruji akurasinya.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Studi ini difokuskan untuk mengevaluasi kelayakan psikometris berupa validitas dan reliabilitas kuesioner kognitif serta afektif masyarakat terkait mitigasi DBD di area kerja Puskesmas Susukan 2.</p> <p><strong>Metode:</strong> Investigasi kuantitatif dengan rancangan belah lintang (cross-sectional) pada Mei 2026 ini menjaring 40 partisipan lewat teknik purposive sampling. Instrumen digital Kobo Toolbox dimanfaatkan untuk menghimpun data, sementara penaksiran psikometri diolah melalui perangkat lunak JASP versi 0.19.5.0. Kesahihan item diuji lewat korelasi Pearson Product Moment, sedangkan dimensi reliabilitas diukur menggunakan koefisien McDonald’s omega (pengetahuan) dan Cronbach’s alpha (sikap).</p> <p><strong>Hasil:</strong> Profil subjek didominasi oleh ibu rumah tangga (87,5%) dan lulusan sekolah dasar (42,5%). Hasil kalkulasi menunjukkan 10 dari 12 pertanyaan wawasan dinyatakan valid, sementara 2 item (P5 dan P8) tereliminasi (r &lt; 0,312). Sebaliknya, seluruh pernyataan sikap (8 butir) terbukti valid. Koefisien internal kuesioner wawasan belum memadai (McDonald’s omega = 0,527), berbeda dengan instrumen sikap yang terbukti ajeg (Cronbach’s alpha = 0,782).</p> <p><strong>Rekomendasi:</strong> Penyempurnaan redaksional pada kuesioner instrumen pengetahuan sangat dianjurkan agar lebih adaptif bagi masyarakat berpendidikan dasar. Di sisi lain, instrumen sikap dinilai telah stabil dan siap diaplikasikan untuk survei skala luas.</p> Nadia Rizky Fadillah Suharyo Suharyo Copyright (c) 2026 Nadia Rizky Fadillah, Suharyo Suharyo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17270 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Survei Faktor Psikososial yang Berhubungan dengan Gejala Gangguan Lambung Fungsional pada Mahasiswa S1 Universitas Dian Nuswantoro Semarang Tahun 2026 https://publikasi.dinus.ac.id/bhs/article/view/17577 <p>Gangguan lambung fungsional merupakan fenomena kesehatan yang signifikan di kalangan mahasiswa, yang seringkali dipicu oleh interaksi kompleks antara faktor fisiologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter validitas serta konsistensi reliabilitas dari instrumen yang mencakup tujuh skala psikometrik: <em>Gastrointestinal Symptom Rating Scale</em> (GSRS), <em>Student Stress Inventory</em> (SSI), <em>Academic Workload Scale</em> (AWS), <em>Multidimensional Scale of Perceived Social Support</em> (MSPSS), <em>Maslach Burnout Inventory-Student Survey</em> (MBI-SS), <em>Generalized Anxiety Disorder-7</em> (GAD-7), dan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI). Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain uji instrumen pada 30 mahasiswa S1 Universitas Diponegoro. Pengujian validitas instrumen dilakukan menggunakan metode <em>corrected item-total correlation</em> dengan kriteria <em>r</em> hitung ≥ 0,361, sedangkan pengujian reliabilitas menggunakan koefisien <em>Cronbach’s Alpha</em>. Hasil pengujian menunjukkan bahwa instrumen GSRS (15 butir), SSI (10 butir), dan AWS (10 butir) memiliki validitas dan reliabilitas yang sangat baik (α &gt; 0,9). Instrumen MBI-SS menunjukkan kendala pada 5 butir reversed scoring yang memerlukan penyesuaian prosedur, sementara GAD-7 dan MSPSS menunjukkan reliabilitas yang stabil (α &gt; 0,8) meskipun terdapat beberapa butir yang tidak valid. PSQI ditemukan memiliki heterogenitas tinggi (α = -0,097), sehingga penggunaannya disarankan merujuk pada skor global. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa mayoritas instrumen yang diuji memiliki kualitas psikometrik yang layak untuk digunakan dalam penelitian faktor risiko psikososial terhadap gejala lambung fungsional pada populasi mahasiswa.</p> Aizatul Risma Murtafiqoh Yusthin M. Manglapy Copyright (c) 2026 Aizatul Risma Murtafiqoh, Yusthin M. Manglapy https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 2 10.60074/hs.v2i2.17577