Pengendalian Vektor Secara Genetik; Terminologi, Teori, Dan Aplikasinya

Authors

  • Almahi Tasha Ayyuba Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro

DOI:

https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15265

Keywords:

Pengendalian Vektor, Genetik, gene drive, RISPR/Cas9, Sterile Insect Technique

Abstract

Pengendalian vektor secara genetik merupakan inovasi penting dalam upaya menurunkan beban penyakit menular yang ditularkan oleh vektor seperti nyamuk Aedes dan Anopheles di Indonesia. Metode ini memanfaatkan kemajuan bioteknologi, seperti gene drive, CRISPR/Cas9, Sterile Insect Technique (SIT), dan aplikasi bakteri Wolbachia, untuk memodifikasi populasi vektor sehingga menekan transmisi patogen. Studi kasus di Yogyakarta menunjukkan bahwa pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia mampu menurunkan insiden demam berdarah hingga 77% dan rawat inap sebesar 86% dalam dua tahun, tanpa dampak ekologi yang signifikan. Sementara itu, gene drive menawarkan potensi supresi populasi vektor secara revolusioner, namun masih menghadapi tantangan etik, risiko ekologi, dan regulasi yang ketat. Analisis bioetika dan risiko ekologi menyoroti pentingnya monitoring jangka panjang, konsultasi publik, serta pengawasan regulasi nasional dan internasional. Integrasi pengendalian genetik dengan strategi pengelolaan vektor terpadu (IVM), seperti penggunaan insektisida dan edukasi masyarakat, menjadi kunci efektivitas dan keberlanjutan program. Tantangan utama meliputi hambatan teknis, literasi masyarakat, biaya riset, serta harmonisasi kebijakan. Dengan kolaborasi multidisiplin dan dukungan kebijakan yang kuat, pengendalian vektor secara genetik berpotensi menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan untuk mengatasi penyakit menular di Indonesia dan dunia.

Downloads

Published

2026-02-02

How to Cite

Ayyuba, A. T. (2026). Pengendalian Vektor Secara Genetik; Terminologi, Teori, Dan Aplikasinya. Penerbit Health Science UDINUS, 2(1). https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15265