Pengendalian Vektor Pinjal dan Kutu Secara Hayati; Terminologi, Teori, dan Aplikasinya
DOI:
https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15201Keywords:
pinjal, kutu, pengendalian vektor, zoonosisAbstract
Pinjal (flea) dan kutu (lice) merupakan ektoparasit yang berperan penting sebagai vektor berbagai penyakit pada manusia. Beberapa spesies, seperti Xenopsylla cheopis, Ctenocephalides felis, dan Pediculus humanus corporis, terbukti menularkan penyakit pes, tifus, dan rickettsiosis. Selain itu, infestasi langsung seperti skabies dan dermatitis akibat gigitan pinjal dan kutu juga menimbulkan masalah kesehatan lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep, klasifikasi, dan penerapan pengendalian pinjal dan kutu yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Metode pengendalian yang dibahas meliputi pendekatan fisik-mekanis (kebersihan lingkungan, pengelolaan hewan penular), kimiawi (insektisida dan larvasida), biologis (pemanfaatan musuh alami), serta pengendalian lingkungan berbasis masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pengendalian terpadu atau Integrated Vector Management (IVM) lebih efektif dibandingkan metode tunggal karena mampu menekan populasi ektoparasit di berbagai sumber penularan. Kesimpulannya, pengendalian pinjal dan kutu memerlukan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Downloads
Published
2026-02-02
How to Cite
Trengga Dewi, T. A. (2026). Pengendalian Vektor Pinjal dan Kutu Secara Hayati; Terminologi, Teori, dan Aplikasinya. Penerbit Health Science UDINUS, 2(1). https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15201
Issue
Section
Book Chapter





