Pengendalian Vektor Nyamuk Anopheles Secara Hayati: Terminologi, Teori, dan Aplikasinya
DOI:
https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15197Keywords:
Anopheles, pengendalian hayati, vektor malaria, Bacillus thuringiensis, agen biologiAbstract
Nyamuk Anopheles merupakan vektor utama penyakit malaria yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengendalian vektor secara konvensional menggunakan insektisida kimia telah menimbulkan berbagai dampak negatif seperti resistensi nyamuk, pencemaran lingkungan dan gangguan ekosistem. Pengendalian vektor secara hayati menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode pengendalian hayati meliputi penggunaan agen biologi seperti bakteri Bacillus thuringiensis var. israelensis (Bti), predator alami seperti ikan pemakan jentik, parasitoid, fungi entomopatogen, serta tanaman penghasil insektisida botani. Artikel ini membahas terminologi, teori dasar, jenis dan klasifikasi agen pengendalian hayati, aplikasi di lapangan, kebijakan pemerintah, serta kelebihan dan kekurangan metode pengendalian hayati terhadap nyamuk Anopheles. Pengendalian hayati terbukti efektif, aman bagi lingkungan dan dapat diintegrasikan dengan metode pengendalian lainnya dalam program Pengendalian Vektor Terpadu (PVT).
Downloads
Published
2026-02-02
How to Cite
Tegar Setyani, A. F., & Suharyo, S. (2026). Pengendalian Vektor Nyamuk Anopheles Secara Hayati: Terminologi, Teori, dan Aplikasinya. Penerbit Health Science UDINUS, 2(1). https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15197
Issue
Section
Book Chapter





