Pengendalian Vektor Aedes Aegypti Berbasis Lingkungan, Biologis, dan Teknologi Modern di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15157Keywords:
Aedes aegypti, pengendalian vektor, demam berdarah dengue, 3MAbstract
Aedes Aegypti merupakan vektor utama penular penyakit dengue, chikungunya, zika, dan demam kuning, dan keberadaannya menjadi tantangan kesehatan masyarakat terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, resistensi terhadap insektisida, serta tingginya mobilitas penduduk berkontribusi pada meningkatnya risiko penularan penyakit. Jumlah kasus demam berdarah di beberapa daerah menunjukkan bahwa upaya pengendalian vektor masih perlu diperkuat. Pengendalian Aedes Aegypti dilakukan melalui berbagai metode, meliputi pendekatan fisik-mekanis, kimiawi, biologis, hingga manajemen lingkungan. Pemerintah Indonesia juga menerapkan sejumlah kebijakan seperti PSN 3M Plus, penggunaan teknologi Wolbachia, Lethal Ovitrap (LO), larvasida nabati, hingga teknik pejantan mandul (SIT). Selain itu, pengendalian terpadu berbasis masyarakat dan surveilans jentik merupakan kunci dalam menekan perkembangan vektor pada semua stadium hidupnya. Nyamuk Aedes Aegypti memiliki ciri biologis dan perilaku yang mendukung kapasitasnya sebagai vektor yang efisien, sehingga pemahaman mengenai siklus hidup, habitat, dan karakteristik biologinya sangat penting dalam menentukan strategi pengendalian yang efektif dan berkelanjutan. Upaya pengendalian yang terintegrasi diharapkan mampu menekan populasi vektor, memutus rantai penularan, serta mengurangi beban penyakit demam berdarah di Indonesia.
Downloads
Published
2026-02-02
How to Cite
Raihan, H. F. (2026). Pengendalian Vektor Aedes Aegypti Berbasis Lingkungan, Biologis, dan Teknologi Modern di Indonesia. Penerbit Health Science UDINUS, 2(1). https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15157
Issue
Section
Book Chapter





