Efektivitas Pengendalian Vektor Aedes Aegypti Secara Kimiawi di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15155Keywords:
Aedes aegypti, pengendalian kimiawi, insektisida, resistensi, DBDAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berperan sebagai vektor utama virus dengue. Salah satu metode pengendalian yang paling sering digunakan adalah pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengendalian vektor Aedes aegypti secara kimiawi serta dampaknya terhadap resistensi nyamuk dan lingkungan. Berbagai golongan insektisida seperti organofosfat, karbamat, piretroid, dan pengatur pertumbuhan serangga (Insect Growth Regulator/IGR) telah digunakan dengan beragam tingkat keberhasilan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahan aktif seperti temephos, malathion, cypermethrin, dan deltamethrin efektif menurunkan populasi nyamuk, namun penggunaannya yang tidak terarah dapat menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, penerapan pengendalian kimiawi perlu disertai dengan strategi pengendalian vektor terpadu (Integrated Vector Management/IVM) agar efektivitas jangka panjang dapat terjaga tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem.
Downloads
Published
2026-02-02
How to Cite
Sepa, A. N. D. (2026). Efektivitas Pengendalian Vektor Aedes Aegypti Secara Kimiawi di Indonesia. Penerbit Health Science UDINUS, 2(1). https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15155
Issue
Section
Book Chapter





