Pengendalian Vektor Kecoa: Terminologi, Teori, dan Aplikasinya

Authors

  • Shelma Atira Dewi Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro
  • Suharyo Suharyo Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro

DOI:

https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15116

Keywords:

kecoa, vektor mekanik, pengendalian terpadu

Abstract

Kecoa adalah vektor mekanik utama penyakit di lingkungan urban tropis, termasuk Indonesia. Mereka membawa patogen seperti Escherichia coli, Salmonella spp., dan Shigella spp. yang menyebar melalui kontaminasi fecal-oral, berkontribusi pada 20–30% kasus diare infeksius, asma, dan infeksi nosokomial. Klasifikasi taksonomi, morfologi, dan siklus hidup spesies utama seperti Periplaneta americana dan Blattella germanica menggambarkan kemampuan adaptasi tinggi kecoa di habitat urban. Gejala penyakit akibat kecoa meliputi gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, dan infeksi nosokomial. Metode pengendalian meliputi fisik (sanitasi, perangkap), kimia (gel bait), biologis (jamur entomopatogen), dan teknologi inovatif seperti RNAi. IVM terbukti menurunkan infestasi hingga 80%, dengan jamur entomopatogen efektif membunuh hingga 95% kecoa di iklim tropis. Prevalensi kecoa urban Indonesia mencapai 70%. IVM menjadi strategi penting untuk mengatasi resistensi insektisida yang meningkat, dengan potensi pengurangan beban penyakit 30–50% hingga 2030, menjamin kesehatan masyarakat berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-02-02

How to Cite

Dewi, S. A., & Suharyo, S. (2026). Pengendalian Vektor Kecoa: Terminologi, Teori, dan Aplikasinya. Penerbit Health Science UDINUS, 2(1). https://doi.org/10.60074/hs.v2i1.15116