http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/issue/feed Journal Occupational Health Hygiene and Safety 2024-02-16T13:56:12+00:00 Dr. MG.Catur Yuantari S,KM, M.Kes mgcatur.yuantari@dsn.dinus.ac.id Open Journal Systems <p>JOHHS (Journal Occupational Health Hygiene and Safety) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Udinus fokus pada rumpun ilmu kesehatan masyarakat termasuk ranah Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan Kerja yang menerbitkan artikel asli, literatur review dan laporan kasus</p><p>Jurnal Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan Kerja Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Udinus menggunakan sistem pengajuan dan review online. Pengajuan dan <em>peer review</em> dari setiap artikel harus dikelola menggunakan sistem ini dan berdasarkan kebijakan <em>peer review</em></p><p> Journal Occupational Health Hygiene And Safety (JOHHS) diterbitkan berkala 6 bulanan setiap Juli dan Desember serta diterbitkan secara Online pada website:<a title="http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs" href="/index.php/johhs" target="_blank"> http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs</a></p><p>ISSN-Elektronik: 2987-5625</p><p>ISSN-Cetak: 2986-8491</p><p>Lingkup keilmuwan Jurnal K3 Udinus mencakup:</p><ol><li>Toksikologi Industri</li><li>Higiene Industri</li><li>Kesehatan Kerja</li><li>Keselamatan Kerja</li><li>Psikologi Industri</li><li>Ergonomi</li><li>Manajemen Risiko (Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Komunikasi Risiko)</li></ol> http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/7197 Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Laundry Di Kelurahan Peterongan Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang 2024-02-12T13:07:44+00:00 Hanim Mahfiroh supriyono.asfawi@dsn.dinus.ac.id Supriyono Asfawi supriyono.asfawi@dsn.dinus.ac.id Kelelahan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang tentunya berdampak langsung pada tingkat produktifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di laundry pekerja di Desa Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 41 pekerja laundry di Desa Peterongan menggunakan metode total random sampling. Hasil studi menunjukkan nilai rata-rata kelelahan adalah 1663,73 milidetik yang termasuk dalam kategori berat. Responden didominasi oleh orang dewasa (20-60 tahun) sebanyak 39 karyawan atau 95,1%. Rata-rata masa kerja pekerja adalah 4 tahun dan masuk pada kategori lama, rata-rata beban kerja adalah 77,439/menit dalam kategori ringan dan sebanyak 21 pegawai berstatus gizi normal. Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara umur, masa kerja, beban kerja, dan status gizi dengan tingkat kelelahan kerja karena sebagian besar karyawan mengalami kelelahan kerja dalam kategori berat.Peneliti menyarankan agar karyawan mendapatkan jam istirahat yang cukup dan istirahat setiap hari. Selain itu,pekerja yang berusia &lt; 40 tahun sebaiknya ditempatkan atau ditugaskan pada bagian yang tidak panas karena kelenjar keringat memiliki respon yang lebih lambat jika dibandingkan dengan orang yang lebih muda. 2024-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene And Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/8729 Analisis Sanitasi Lingkungan Berdasarkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah pada Rumah Kos Wilayah Kota Semarang 2024-02-12T13:07:44+00:00 Mutiara Dwi Rahayuni 411202003094@mhs.dinus.ac.id Vira Aditya Putri 411202003100@mhs.dinus.ac.id Meirica Dyah Ayu Ambarsari 411202003097@mhs.dinus.ac.id Widya Arista Faisa 411202003096@mhs.dinus.ac.id Risma Puji Hastuti 411202003020@mhs.dinus.ac.id <span lang="EN-US">Sanitation of public places is one of the efforts that can be made to maintain cleanliness. The minimum requirements for TTU sanitation are solid waste management, dirty water, and human excrement. Based on these sanitation requirements, there are still problems, namely many boarding houses whose garbage containers do not meet the requirements. Open disposal of waste has the potential to pollute the environment and will have a negative impact on public health. The purpose of this research is to analyze the health impacts that will arise as a result of an open waste temporary disposal site. The method in this research is observation by collecting data. Sampling was carried out purposively which was in accordance with the research objectives, namely a sample of five </span><span lang="IN">boarding house</span><span lang="EN-US"> in the city of Semarang. The observation results show that the boarding house environment has a problem with garbage. This is evident from the observation results which show that there are 4 out of 5 </span><span lang="IN">t</span><span lang="EN-US">hat do not have trash covers and 4 out of 5 boarding houses whose trash cans are breeding grounds for insects. Conclusion: </span><span lang="IN">S</span><span lang="EN-US">eeing these results, problems can arise in the surrounding environment and cause disease for residents who live in the boarding house. Therefore, the trash can and lid must be located together in every place. Suggestion: It is better if the owner can provide garbage facilities and trash covers at the boarding house so that the environment is clean, comfortable, and protected from animals that can cause disease</span><span lang="IN">.</span> 2024-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene and Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/7243 Hubungan antara Kelelahan Kerja dan Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan Kedai Kopi di Kecamatan Semarang Timur 2024-02-12T13:07:44+00:00 Dandy Yurihumala Saputra 411201702359@mhs.dinus.ac.id MG Catur Yuantari mgcatur.yuantari@dsn.dinus.ac.id <p>Kelelahan dalam bekerja menjadi salah satu faktor penghambat efisiensi seseorang dalam menjalankan aktifitas pekerjaannya. Salah satu gejala gangguan kesehatan pada seorang karyawan dalam suatu perusahaan yang timbul akibat pekerjaan adalah kelelahan kerja. Stres Kerja merupakan situasi krisis yang menciptakan rendahnya fisik serta psikis, yang mempengaruhi perasaan, proses berpendapat dan situasi karyawan. Para karyawan yang menghadapi stres dapat menurun tingkat kinerjanya, yang mengakibatkan terancamnya kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain <em>cross sectional.</em> Variabel bebas dalam peneletian ini adalah kelelahan kerja dan stress kerja. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini seluruh pekerja kedai kopi di Kecamatan Semarang Timur yang dilakukan di 3 kedai kopi. Jumlah populasi dari ketiga kedai kopi tesebut sebanyak 30 orang yang berupa barista, waiters dll. Sampel yang digunakan total sampling. Mengambil seluruh anggota populasi atau semua anggota sebagai sampel disebut sebagai total sampling.</p>Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa stress kerja terhadap kinerja karyawan tidak ada hubungan, nilai <em>P-Value </em>0,136. Sedangkan ada hubungan antara kelelahan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai <em>P-Value </em>0,001 pada pekerja kedai kopi di Kecamatan Semarang Timur. Peneliti menyarankan bagi pekerja yaitu menjalankan olahraga ringan dan rutin melakukan peregangan ringan diantara jam kerja supaya mampu merilekskan otot-otot yang kaku serta mendengarkan musik, karena dengan mendengarkan musik mampu menghilangkan ketegangan di tubuh pada saat bekerja. 2024-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene And Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/7244 Hubungan Antara Higiene Sanitasi Dengan Sikap Pejamah Makanan Pada Warung Makan Penyetan Di Kecematan Semarang Tengah Tahun 2020 2024-02-12T13:07:44+00:00 Nadila Rochbatun Naim 411201702384@mhs.dinus.ac.id Pada hakikatnya higiene dan sanitasi mempunyai pengertian dan tujuan yang hampir sama yaitu mencapai kesehatan yang prima. Bahwasanya higiene adalah ilmu kesehatan dan pencegahan timbulnya penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan melakukan kajian tentang higiene sanitasi pengolahan makanan pada warung makan penyetan di Kecamatan Semarang Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional menggunakan uji statistik Person Product Moment. Sampel penelitian ini adalah semua pedagang penyetan yang ada di Kecamatan Semarang Tengah yang berjumlah 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan 26 responden menilai higiene sanitasi warung makan penyetan di Kecamatan Semarang Tengah sudah baik dan sisanya 14 responden menilai higiene sanitasinya kurang. Sedangkan pada penilaian sikap pejamah makanan, 32 responden merasa puas terhadap sikap pejamah makanan pada warung makan penyetan di Kecamatan Semarang Tengah dan sisanya 8 responden menilai sikap pejamahnya kurang. Terdapat hubungan antara higiene sanitasi terhadap sikap pejamah makanan dengan derajat hubungan korelasi sedang. Saran untuk pedagang penyetan agar melakukan pembagian tugas pekerja khususnya bagian pelayanan pembeli saat akan memesan dan pekerja yang bagian membersihkan meja yang telah digunakan. 2024-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene And Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/7372 Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Unit Pengantongan Pupuk di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Tahun 2022 2024-02-12T13:07:44+00:00 Oky Noor Diansyah bayuyoni@dsn.dinus.ac.id Bayu Yoni Setyo Nugroho bayuyoni@dsn.dinus.ac.id <p>When a person experiences fatigue due to work, the body’s physical and mental abilities tend to decrease which causes workers to be less careful when working. Fatigue due to work contributes 50% to work accidents. The purpose of this study was to analyze the relationship between age, nutritional status, length of work and workload with work fatigue in the loading and unloading workers at the Fertilizer Packing Unit at Tanjung Emas Port Semarang.This research is a quantitative research with a cross sectional design. Fatigue data was collected using a reaction timer, workload was measured using a Nasa- TLX questionnaire, nutritional status was measured using a weight scale dan microtoise , while age and years of service were measured using a questionnaire. The sample in this study amounted to 58 morning shift respondents who were taken with a simple random sampling method. Data analysis using Rank Spearman Test Based on the result of univariate analysis, it is known that the majority of respondents are 36-49 years old (43,1%). The most nutritional status was obesity, which amounted to 48,3%, some respondents had worked less than 15 years (55,2%). Most of the respondents experienced a high workload of 60,3%, the majority of respondents experienced work fatigue, heavy work fatigue with a total of 72,4%. Based on the results of the Rank Spearman test, there is a relationship between age and work fatigue with a result of p=&lt;0,001, there is no relationship between nutritional status and work fatigue with a result of p=0,231, there is a relationship between work period and work fatigue with a result of p=&lt;0,001, there is a relationship between workload with work fatigue with the result p=&lt;0,001.</p> 2024-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene And Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/9527 Analisis Impelementasi Sistem Manajemen Keselamatan Kerja PP 50 Tahun 2012 Pada Perusahaan Garmen 2024-02-12T13:07:44+00:00 ismi elya ismi.elya@unimus.ac.id Sri Lestari srilestari@unw.ac.id <div align="center"><table class="3" width="586" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0"><tbody><tr><td valign="top" width="404"><p>ABSTRACT</p><p><em>Garment companies are the largest contributor to industrial foreign exchange in Indonesia with a high potential danger of work accidents which are basically like an iceberg, it look small on the top but have a big impact on it. The majority of work accidents that occurred were minor (87,1%), and major accident cases (12,9%).</em> <em>Physical hazards of exposure to noise, thermal environment, and light. </em><em>Trigger factors are highly frequent work accidents and optimization in the application of SMK3 and the SMK3 reporting system is still low</em><em>. This research aims to describe the implementation of SMK3 in Jepara garment companies. This research method uses a qualitative approach by using a cross-sectional. The informants in this study consisted of HSE Coordinators, HSE deputy managers, Site managers and Supervisors, and K3 Experts. The research location for garment companies in Jepara took place in October-February 2023. The research instrument was a questionnaire contained on pp 50 of 2012. </em><em>Data collection techniques are more on observation, in-depth interviews, </em><em>checklist instruments,</em><em> and documentation.</em><em> </em><em>The results showed that company commitments and policies, hazard identification planning, and SMK3 audits had been carried out, the lack of optimal implementation of SMK3 lies in evaluation and follow-up. SMK3 is a form of effort to increase worker awareness to minimize work accidents. </em><em></em></p><p><em> </em></p><p>INTISARI</p><p>Perusahaan garmen merupakan penyumbang devisa industry terbesar di Indonesia dengan memiliki potensi bahaya tinggi terjadinya kecelakaan kerja yang pada dasarnya seperti gunung es, tampak kecil diatas namun berdampak pada kerugian besar didalamnya. Mayoritas kecelakaan kerja yang terjadi minor (87,1%), kecelakaan kerja mayor (12,9%). Bahaya fisik paparan kebisingan, suhu kenyamanan, pencahayaan. Faktor pemicu seringnya terjadi kecelakaan kerja tinggi dan optimalisasi dalam penerapan SMK3 dan sistem pelaporan SMK3 masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan penerapan SMK3 pada perusahaan garmen Jepara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi cross sectional. Informan pada penelitian ini terdiri dari <em>HSE C</em><em>o</em><em>ordinator</em><em>, </em>wakil manajer <em>HSE</em><em>, Site </em><em>m</em><em>anager dan Supervisor, </em>Ahli K3. Lokasi penelitian pada perusahaan garmen di jepara berlangsung pada bulan oktober-februari 2023. Instrumen penelitian merupakan kuesioner yang tertuang dalam poin pp 50 tahun 2012. Teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara mendalam, <em>checklist </em>instrumen dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan kebijakan perusahaan, perencanaan identifikasi bahaya dan audit SMK3 sudah dilakukan, kurangnya optimal penerapan SMK3 terletak pada evaluasi dan tindak lanjut. Untuk meminimalisir kecelakaan kerja, SMK3 merupakan suatu bentuk upaya meningkatkan kesadaran pekerja dalam berbudaya K3 dan pemenuhan peraturan pemerintah dalam pelaksanaan SMK3 di perusahaan. <em></em></p></td></tr></tbody></table></div> 2024-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene and Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/8758 Gambaran Fasilitas Sanitasi Gereja di Jawa Tengah 2024-02-12T13:07:44+00:00 Adela Deswita Fitriani 411202003028@mhs.dinus.ac.id Aldina Berliana Putri 411202003023@mhs.dinus.ac.id Firda Fajrin Kamal 411202003071@mhs.dinus.ac.id Luthfia Andarie Febri Nurul Huda 411202003170@mhs.dinus.ac.id Tempat umum biasanya menjadi tempat penyebaran sumber segala penyakit, terutama penularan penyakit melalui makanan, minuman, udara dan air. Sarana sanitasi di tempat umum harus memenuhi persyaratan kesehatan untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Gereja adalah suatu tempat termasuk fasilitasnya yang dipakai untuk berkumpul oleh masyarakat umum, pada waktu waktu tertentu guna untuk melakukan ibadah agama Kristen. Oleh karena itu, sarana dan bangunan umum dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna, penghuni dan masyarakat sekitarnya, selain itu harus memenuhi persyaratan dalam pencegahan terjadinya kecelakaan. Metode penelitian ini adalah penelititian kuantitatif dengan menggunakan metode observasi pada 4 gereja yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa checklist observasi yang berdasarkan Kep. Menkes 288/Menkes/SK/III/2003 Tentang Pedoman Penyehatan Sarana dan Bangunan Umum. Dari hasil observasi pada beberapa gereja didapatkan adanya konstruksi dan sanitasi yang kurang baik, tidak memiliki tempat pengumpulan sampah yang cukup tertutup dan masih ada sampah yang berserakan. Dengan ini, diharapkan untuk dilakukannya renovasi dan pengawasan secara berkala untuk meperbaiki konstruksi bangunan gereja, selalu memperhatikan kebersihan dan disediakannya tempat sampah yang sesuai kebutuhan juga terdapat tutup di masing-masing tempat sampah. dilakukannya renovasi dan pengawasan secara berkala untuk meperbaiki konstruksi bangunan gereja, selalu memperhatikan kebersihan dan disediakannya tempat sampah yang sesuai kebutuhan juga terdapat tutup di masing-masing tempat sampah. 2023-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene and Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/9921 Systematic Literature Review: Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas 2024-02-12T13:07:44+00:00 Firmansyah Kholiq Pradana PH firmansyah.kholiq@dsn.dinus.ac.id <span lang="EN-US">The research evaluates the implementation of Occupational Safety and Health (K3) in Indonesian Community Health Centers (Puskesmas), with a focus on risk management, standard preventive measures, and fatal work accidents. Despite efforts to implement an Occupational Safety and Health Management System (SMK3), research shows gaps in the understanding and awareness of Community Health Center officers regarding standard preventive measures. Fatal accidents, such as electric shocks and fires, highlight the need for holistic risk management. Recommendations include regular training, equipment maintenance, and ongoing evaluation to improve OSH practices in these health facilities. These measures support the quality of healthcare and patient safety. This research was conducted using a systematic literature review guided by the PICO Framework to formulate specific and focused research questions. This research shows that careful planning has a key role in the successful implementation of Occupational Safety and Health (K3) in Community Health Centers, with the use of technology such as web-based reporting systems to increase efficiency. Continuous evaluation is an important instrument for identifying successes and challenges in K3 implementation, while external involvement and support is needed to overcome internal and external obstacles. Constraints such as lack of resources are the main focus, but evaluation also opens up opportunities for improvement, especially in the implementation of K3 policies and procedures. Optimizing K3 planning strategies is the key to increasing compliance and effectiveness of K3 management at the Community Health Center level, with an expanded focus on continuous supervision and monitoring.</span> 2023-12-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene and Safety http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/article/view/10039 Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit Dermatitis Pada Pekerja Mebel Di Kelurahan X Jepara 2024-02-16T13:56:12+00:00 Aniqotul - Afifah aniqotulafifah15@gmail.com Izzatul Alifah Sifai izzatul.sifai@dsn.dinus.ac.id Dermatitis merupakan respon pada kulit yang mengalami gangguan pada lapisan kulit terluar yang disebabkan oleh hazard tertentu baik dari faktor internal atau faktor eksternal yang menyebabkan kerusakan pada kulit.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara usia, lama kontak, masa kerja, praktik perawatan diri dari pekerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja mebel dengan penyakit dermatitis di kelurahan X Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain <em>cross sectional</em> pada 45 pekerja mebel dengan pendekatan teknik <em>total sampling</em>. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner dan pemeriksaan tenaga medis. Analisis Bivariat menggunakan uji <em>chi square</em>. Terdapat hubungan antara penyakit dermatits dengan usia <em>(p-value = 0.03),</em> lama kerja <em>(p-value = 0.02),</em> praktik perawatan diri <em>(p-value = 0.04)</em> APD <em>(p-value = 0.02)</em> dan tidak ada hubungan antara masa kerja <em>(p-value = 0.09)</em> pada pekerja mebel di Kelurahan X Jepara. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan ini yaitu terdapat hubungan antara usia, lama kerja, praktik perawatan diri, penggunaan APD terhadap penyakit dermatitis. Sedangkan tidak terdapat hubungan mengenai masa kerja pada pekerja mebel di Kelurahan X Jepara. Saran yang akan diberikan kepada pekerja mebel yaitu agar pemilik industri dapat menertibkan para pekerja untuk menghindari dari penyakit akibat kerja. 2024-02-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Journal Occupational Health Hygiene and Safety