IMPLEMENTASI NIRMANA PADA FOTOGRAFI PORTRAITURE 3D ANAGLYPH

Daniar Wikan Setyanto, Puri Sulistiyawati, Erisa Adyati Rahmasari

Abstract


Abstrak

Implementasi teknologi 3D saat ini lebih banyak digunakan di dunia perfilman dan animasi, padahal teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dalam fotografi, khususnya fotografi 3D. Sampai saat ini masih sedikit fotografer yang mendalami dan tertarik untuk melakukan eksperimen. Fotografi 3D menyimpan potensi untuk dikembangkan karena implementasi 3D dapat membuat media foto tersebut menjadi sangat unik. Fotografi sendiri merupakan salah satu dari bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), oleh karena itu ilmu fotografi seharusnya bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi. Melalui penelitian yang mengarah pada eksperimental fotografi dan citra 3D diharapkan dapat memberikan kontribusi kebaharuan dalam fotografi. Karya fotografi juga memerlukan sentuhan dari nirmana karena nirmana merupakan ilmu yang mempelajari unsur-unsur tata rupa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan karya-karya fotografi portraiture nirmana dengan teknologi 3D anaglyph. Dengan menggunakan metodologi eksperimental, penelitian ini mengeksplorasi teknik penciptaan fotografi 3D anaglyph. Luaran karya fotografi 3D tersebut menjadi bukti bahwa sisi estetis nirmana dan teknologi fotografi 3D anaglyph merupakan  ilmu yang saling berhubungan dan implementatif satu sama lain secara khusus dengan ilmu fotografi.

 

Kata kunci : 3D anaglyph, fotografi, nirmana, portraiture

 

Abstract

The implementation of 3D technology recently is more applicated in film and animation, whereas that technology has big potential to develop in photography, especially the 3D photography genre. Until now, only a few photographers have focused on this genre and are interested in conducting further experiments. 3D photography still has the potential to be developed because 3D applications can produce unique photos. Photography is one of the science and technology fields, therefore photography should move dynamically in line with technological developments. Through research that leads to experimental photography and 3D imagery is expected to contribute novelty in photography. Photographic work also requires nirmana touch because nirmana learns the elements of fine arts. The purpose of this research is to produce portraiture photography works of nirmana with anaglyph 3D technology.  By using the experimental methodology, this study explores 3D anaglyph photography creation techniques. The output of 3D photography is evidence that nirmana aesthetic and 3D photography technology are interrelated and implementative especially with the science of photography.

 

Keywords : 3D anaglyph, photography, nirmana, portraiture


Full Text:

PDF

References


Anggela, D. 2013. Perancangan Aplikasi Anaglyph Image dengan Menggunakan Metode Chromatic Anaglyphic pada Citra Berdasarkan Besarnya Jarak Pergeseran Warna. Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JustIN), 1(3), 182-185.

Arofa, V. S. 2017. 1 Karakteristik Obyek 3 Dimensi. URL: www.scribd.com/document/336959987/1-Karakteristik-Obyek-3-Dimensi [Diakses pada 10 April 2018]

Cochran, W.G. 1977. Sampling Method. Jhon Welley & Son, INC

Nasir, Moh. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: GI Press

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. 2005. Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain (NIRMANA). Jogjakarta: Arti Bumi Intaran

Segara, T. M. 2012. Landasan Konseptual Perencanaan Dan Perancangan Akademi Dan Galeri Fotografi Di Yogyakarta Berdasarkan Pendekatan Arsitektur Metafora (Doctoral dissertation, UAJY).

Setyanto, Daniar Wikan. 2017. Perancangan Fotografi Esai “Semarang City By The Sea” Dengan Pendekatan EDFAT. Jurnal Andharupa, (03/02), 204-212.

Smith, Brian. 2007. Secrets of Great Portait Photography. Elex Media Komputindo


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

indexed by:

 

 

Andharupa Journal (p-ISSN : 2477 - 2852 | e-ISSN : 2477 - 3913) is published by Dian Nuswantoro University, Semarang. This Journal is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.