PENCAMPURAN BUDAYA CINA, JAWA, DAN BELANDA PADA BUDAYA MAKAN CINA PERANAKAN

devanny gumulya

Abstract


Abstrak

Budaya Cina peranakan merupakan hasil dari proses akulturasi beberapa budaya.  Oleh karena itu, budaya ini sangat menarik untuk dikaji.  Paper ini mencoba mengkaji dengan metode studi literatur latar belakang sejarah dan keunikan budaya cina peranakan pada budaya makan mulai dari etiket, menu dan peralatan makan.  Dari hasil studi ditemukan bahwa walaupun Cina Peranakan terbentuk dari proses akulturasi budaya Jawa, Cina dan Belanda tetapi dalam hal budaya makan, budaya Cina masih mendominasi terutama dalam etiket dan peralatan makan, karena bagi orang Cina makan dipandang sebagai pemersatu keluarga. Akulturasi terjadi pada menu makanan ada unsur bercampur dengan bahan yang tersedia di Indonesia, hal ini terjadi pada lumpia Semarang yang terkenal dengan lumpia berisi rebung sesuai dengan bahan yang tersedia di Semarang.

Kata kunci : Akulturasi Budaya, Cina Peranakan, Budaya makan

 


Abstract

Cina Peranakan culture is a result of acculturation from different cultures. Therefore, this culture is so interesting to be researched. With literature study method, this paper tries to elaborate the historic point of view to gain closer understanding and synthesize the culture uniqueness with eating culture as object study case. From the study founded that although Cina Peranakan is the melting pot between Java, Dutch and Chinese Cultures, but in food culture the Chinese culture still dominates specially in eating etiquette and tableware. This because for Chinese food is believed as means for family gathering. Meanwhile, the acculturation can be seen in the food menu, because the ingredients needs to be adapted with resources available in Indonesia, this can be seen in Semarang Lumpia that is reknown for rebung, the vegetable available there.

Keywords : Culture assimilation, Cina Peranakan culture, Eating culture


Full Text:

PDF

References


Ham, Ong Hok. 2005. Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa. Depok: Komunitas Bambu.

Kwa, David, dkk. 2009. Peranakan Tionghoa, Sebuah Perjalanan Budaya. Jakarta: Intisari dan Komunitas – Lintas Budaya Indonesia.

Kwartanada, D., & Noor, M. M. 2006. Lahirnya Satu Generasi Baru Tionghoa Di Jawa: Pendidikan Dan Resinifikasi Anak-Anak Peranakan Di Yogyakarta 1930-An S/D 1950-An. S.l.: S.n.

Lee, Peter & Chen, Jennifer. 1998. Rumah Baba: Life in a Peranakan House. Singapore: National Heritage Board.

Lin, Rung Tai. 2007. Transforming Taiwan Aboriginal Cultural Features into Modern Product

Design: A Case Study of a Cross-cultural Product Design Model, International Journal of Design Vol.1 No.2 2007

Sandika, Riska. 2007. “Budaya Makan Cina dan Desain Peralatan Makan Masyarakat Tionghoa Perkotaan”, dalam Jurnal Ilmu Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Bandung Vol. 2 No. 3 September 2007.

Suan, Tan Gek. 2004. Gateway to Peranakan Food Culture. Singapore: Asiapac Books.

Tan, G. S., & Fee, W. 2004. Gateway to Peranakan food culture. Singapore: Asiapac.

Winarni, R. 2009. Cina pesisir: Jaringan bisnis orang-orang Cina di pesisir utara Jawa Timur sekitar abad XVIII. Denpasar, Bali: Pustaka Larasan.

Yasmin, Teresia. 1993. Makanan Cina dalam Kehidupan Sehari-hari dalam Upacara Tradisional Menurut Orang Cina di Jakarta, (Skripsi Sarjana). Jakarta: Fakultas Sastra, Universitas Indonesia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

indexed by:

 

 

Andharupa Journal (p-ISSN : 2477 - 2852 | e-ISSN : 2477 - 3913) is published by Dian Nuswantoro University, Semarang. This Journal is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.